Susu Pada Makan Bergizi Gratis di Jakarta Cuma Diberikan 2 Kali Seminggu

Susu Pada Makan Bergizi Gratis di Jakarta Cuma Diberikan 2 Kali Seminggu Susu Pada Makan Bergizi Gratis di Jakarta Cuma Diberikan 2 Kali Seminggu

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia tengah gencar menyalurkan program makan bergizi gratis mulai 6 Januari lalu.

Bukan hanya untuk anak sekolah, pemberian makan bergizi gratis juga diberikan bagi ibu hamil dan menyusui.

Program makan bergizi gratis disalurkan dalam upaya memenuhi gizi dan menekan angka stunting  di Indonesia.

Menu makan bergizi gratis pun dinilai lengkap dan seimbang, meski dengan budget Rp10 ribu per kotak makannya.

Susu menjadi elemen penting yang masuk dalam menu makan bergizi gratis.

Namun sayangnya, pada penyaluran makan bergizi gratis di Jakarta, susu tidak ada diberikan setiap hari dan hanya terbatas 2 kali dalam seminggu.

Hal ini nampak pada hari pertama pelaksanaan program makan bergizi gratis di Jakarta. dalam kotak makan bergizi gratis tersebut, hanya terlihat nasi, ayam teriyaki, tumis kacang panjang, tahu goreng, dan buah jeruk.

Makan bergizi gratis ini disalurkan untuk 558 peserta didik di SD Barunawati 2 dan SMP Barunawati.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi menegaskan jika susu hanya akan diberikan dua kali dalam seminggu, sesuai kebutuhan gizi siswa.

“Sudah disampaikan, kurang lebih seminggu adalah dua kali susu dan memang tidak harus bahwasannya susu, nanti ada sebagian lainnya,” ucap Teguh usai meninjau penyaluran makan bergizi gratis di SMPN 61.

Menu Makan Bergizi Gratis Bervariasi

Dalam kesempatan tersebut Teguh juga menjelaskan bahwasannya menu makan bergizi gratis memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan makanan yang bervariasi.

Sebagai contoh, karbohidrat tak harus nasi, namun juga bisa diganti dengan sagu atau kentang, tergantung ketersediaan pada masing-masing daerah di Indonesia.

“Katakanlah misalnya, tidak semua daerah itu pakai nasi. Katakanlah di Papua mungkin sagu. Kalau tidak ada yang suka dengan nasi atau tidak terbiasa, bisa digantikan kentang, kemudian juga dengan protein, artinya ada variasinya,” terangnya.

Salah satu menu makan bergizi gratis/Foto : ANTARA

Jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi, juga mengatakan hal yang senada. Menurutnya, tidak ada standar menu yang ditetapkan dalam program makan bergizi gratis.

Saat ini pemerintah justru fokus pada standar gizi, alhasil susu tidak menjadi menu wajib dalam program makan bergizi gratis.

“Yang ada adalah standar kandungan gizi, standar higienitas dan standar kelola limbah yang berkelanjutan. Tidak ada standar menu, artinya wajib susu itu enggak ada. Wajib daging, itu enggak ada,” jelas Dedek.

Foto : Istimewa