Tak Boleh Sembarangan! Kominfo Beberkan 6 Langkah Pemrosesan Data Pribadi

Bali, GPriority.co.id – Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Kominfo R. Wijaya Kusumawardhana menjadi salah satu narasumber pada seminar Cyber Security dan Data Protection pada Forum Smart City 2024 di Bali, Selasa (25/6).

Dalam kesempatan tersebut, wijaya memaparkan beberapa hal. Salah satunya terkait Pemrosesan Data Pribadi (PDP).

Pada Undang-Undang PDP, data pribadi ialah data tentang perseorangan yang teridentifikasi atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui sistem elektronik atau nonelektronik.

“Tahapan Pemrosesan Data Pribadi (PDP) pun meliputi perolehan dan pengumpulan, penyimpanan, penggunaan, pengolahan dan penganalisisan, perbaikan dan pembaruan, penampilan, pengumuman, transfer, penyebarluasan, atau pengungkapan, dan/atau penghapusan
atau pemusnahan Data Pribadi,” jelas Wijaya.

Lebih lanjut Wijaya mengatakan, PDP tercantum dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022.

Lalu mengapa tercipta undang-undang tersebut?

“Pertama, data pribadi menjadi aset bernilai tinggi di era big data dan ekonomi digital. Kedua, data pribadi merupakan hak asasi manusia yang harus dilindungi. Terakhir, penyalahgunaan data pribadi dapat berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.

Foto : Nindya Farhah Azzahrah / GPriority