Disebut Ancam UMKM, Apa Itu Aplikasi Temu?

Jakarta, gpriority.co.id – Aplikasi Temu menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, terutama setelah Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyebutnya sebagai ancaman baru bagi UMKM Indonesia.

Aplikasi ini diklaim menawarkan produk dengan harga yang sangat murah, bahkan jauh di bawah harga yang ditawarkan oleh UMKM lokal.

Lalu, apa sebenarnya aplikasi Temu?

Temu adalah platform e-commerce lintas batas (cross-border) yang diluncurkan di Indonesia pada pertengahan tahun 2022. Aplikasi ini dimiliki oleh PDD Holdings Inc., sebuah perusahaan asal China yang juga mengoperasikan platform e-commerce Pinduoduo yang populer di China.

Berikut beberapa fakta menarik tentang aplikasi Temu yang telah GPriority rangkum dari berbagai sumber:

  • Model bisnis
    Temu menggunakan model bisnis factory-to-consumer (F2C), di mana produk dijual langsung dari pabrik ke konsumen tanpa melalui perantara.
  • Harga produk
    Temu menawarkan produk dengan harga yang sangat murah, bahkan jauh di bawah harga pasar. Hal ini dimungkinkan karena Temu bekerja sama langsung dengan pabrik di China dan memotong biaya perantara.
  • Metode pembayaran
    Temu menyediakan berbagai metode pembayaran yang mudah dan aman, seperti transfer bank, kartu kredit, dan e-wallet.
  • Pengiriman
    Temu menawarkan pengiriman gratis untuk semua produk dengan waktu tunggu yang relatif singkat.

Meskipun menawarkan banyak keuntungan bagi konsumen, aplikasi Temu juga menimbulkan kekhawatiran bagi UMKM Indonesia. Pertama, harga murah yang ditawarkan Temu dapat mematikan usaha UMKM lokal yang tidak mampu bersaing. Kedua, Temu dapat memicu dumping produk dari China, yang dapat merusak industri lokal. Ketiga, Temu dapat menguras devisa negara karena transaksi dilakukan dengan mata uang asing.

Pemerintah Indonesia telah menyatakan akan memantau perkembangan aplikasi Temu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi UMKM lokal.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi UMKM lokal seperti meningkatkan daya saing UMKM lokal dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, mempermudah akses permodalan bagi UMKM lokal, membangun infrastruktur digital yang mumpuni untuk mendukung UMKM lokal dan memberikan insentif pajak bagi UMKM lokal.

Penting bagi masyarakat untuk aware terhadap dampak negatif dari aplikasi Temu dan mendukung UMKM lokal dengan membeli produk-produk mereka.

Foto: DigitalTrends