Tanggapi Rupiah Anjlok Rp 17.200, Luhut: Masih Batas Normal

Tanggapi Rupiah Anjlok Rp 17.200, Luhut: Masih Batas Normal Tanggapi Rupiah Anjlok Rp 17.200, Luhut: Masih Batas Normal

Jakarta, GPriority.co.id – Nilai tukar Rupiah dilaporkan anjlok ke level terlemahnya sepanjang sejarah, yakni Rp 17.217 per Dolar AS pada Senin (7/4) pagi pukul 09.16 WIB, yang bertepatan dengan Senin malam di New York (6 April) pukul 22.16 WIB.

Melemahnya nilai tukar Rupiah ini disebabkan oleh aturan baru pajak impor sebesar 10 persen bagi semua negara. Rupiah bertahan di level tersebut selama sekitar satu menit, lalu sedikit membaik menjadi Rp 16.927 per Dolar pada pukul 10.01 WIB.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan,  menilai jika kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan merupakan dampak dari tarif impor 32 persen yang dikenakan AS terhadap Indonesia.

Luhut turut menegaskan jika Indonesia memiliki data dan potensi yang kuat untuk mengatasi situasi ini, sebagai catatan seluruh elemen bangsa harus bersatu menghadapi tantangan perang dagang global. Luhut mengungkapkan jika saat ini Presiden Prabowo telah mengambil keputusan yang tepat dan tetap tenang menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi saat ini.

Peringatkan Soal Tekanan Ekonomi Global

Kendati demikian, Luhut tetap memperingatkan kemungkinan akan terjadinya tekanan ekonomi global yang lebih besar akibat perlambatan ekonomi China dan efek lanjutan dari perang dagang yang memanas saat ini.

Dalam hal ini, Luhut mencontohkan pada penurunan indeks NASDAQ di AS sebesar 2.000 poin sebagai reaksi atas tarif resiprokal yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 2 April 2025 lalu.

Sebagai informasi, saat ini nilai tukar rupiah berada angka Rp 16.891 per dolar AS, sementara IHSG ditutup level 5.996 setelah sempat anjlok hingga 9,19 persen, serta mengalami trading halt pada pembukaan perdagangan pasca-libur panjang Lebaran.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. ANTARA