Tanggul di Hilir Sungai Tamiang Jebol di beberapa Titik, Rendam 3 Desa

Aceh Tamiang, Gpriority – Banjir masih merendam beberapa permukiman warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, khususnya di wilayah hilir kabupaten itu.

Dari hasil pantauan Gpriority, setidaknya, terdapat tiga desa di Kecamatan Bendahara yang saat ini masih terdampak banjir. Penyebabnya sendiri diduga terjadi akibat beberapa titik tanggul sungai yang jebol di Desa Rantau Pakam.

Hingga saat ini, Kamis, 14 Januari 2021, volume air sungai Tamiang memang masih terlihat meluap. Hal itu disebabkan hujan yang mengguyur hampir sepekan pada wilayah hulu Kabupaten Aceh Tamiang beberapa hari yang lalu.

Adapun tiga desa di Kecamatan Bendahara yang terendam banjir saat ini adalah, Desa Rantau Pakam, Desa Teluk Kepayang, dan Desa Teluk Halban. Dengan ketinggian bervariasi, antara 50 hingga 70 sentimeter.

Datok Penghulu (Kades) Desa Rantau Pakam, Ruslan mengatakan, saat ini kondisi air yang merendam desanya tersebut sudah sedikit surut, meskipun masih merendam 80 persen perumahan warganya.

“Kondisi terparah banjir itu terjadi kemarin, Rabu, 13 Januari 2021,” katanya.

Menurutnya, beberapa titik tanggul yang jebol saat ini di desanya itu menjadi salah satu faktor banjir yang terjadi sekarang sedikit lebih parah dari biasanya.

“Kedalaman air juga lebih tinggi, dan sebagian warga pun terpaksa memilih untuk mengungsi di tenda darurat yang telah kami dirikan,” kata Ruslan.

Sebelumnya, kata Ruslan, pihaknya langsung mendirikan tenda dan membuka dapur umum untuk warganya, jika sewaktu-waktu air datang secara tiba-tiba dan meredam rumah mereka.

“Hal itu harus dilakukan, karena intensitas hujan yang terjadi di wilayah hulu Tamiang selama hampir sepekan sangatlah tinggi,” katanya.

Sehingga, kata dia, pihaknya langsung melakukan upaya antisipasi dengan mempersiapkan beberapa tempat dan tenda bagi warganya. Di samping itu, beberapa titik tanggul sungai di desanya itu kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan dan rentan jebol apabila terjadi luapan air sungai.

Ruslan mengaku, saat ini sebagian warganya sudah ada yang memutuskan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing, meskipun air belum sepenuhnya surut dan masih merendam rumah mereka.

Disinggung bantuan apa saja yang telah di terima pihaknya dari pemerintah daerah kabupaten setempat saat ini, Rulan mengaku pihaknya hanya menerima bantuan sebatas mie instan dan ikan kaleng, kendati Bupati juga sudah datang meninjau desanya saat itu.

“Bupati kemarin juga sempat meninjau ke sini,” katanya.

Ruslan juga membenarkan, bahwa banjir tidak hanya merendam desanya saja saat ini, namun ada beberapa desa lainnya di Kecamatan Bendahara yang kondisinya saat ini sama seperti Desa Rantau Pakam, meskipun kondisinya tidak searah desanya.

Seperti diketahui, sebelumnya banjir juga telah merendam dua desa di Kecamatan Kota Kuala Simpang yang berada di sepanjang bantaran Sungai Tamiang, Kampung (desa) Kota Kuala Simpang dan Kampung Kota Lintang, tepatnya, sejak Selasa, 12 Januari 2021 malam.#( Zulfitra)

Related posts