Telkom: Data yang Terkena Ransomware di PDN Tidak Dapat Dipulihkan

Jakarta, gpriority.co.id – PT Telkom Indonesia mengungkapkan bahwa data di Pusat Data Nasional (PDN) yang terkena serangan ransomware tidak dapat dipulihkan. Untuk menangani masalah ini, Telkom bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Bareskrim Polri.

“Kita sejak kejadian sampai dengan hari ini sudah diasistensi oleh BSSN dan bekerja sama dengan semua pihak terkait, termasuk Kominfo, para tenant, dan Bareskrim. Kita berusaha keras untuk melakukan recovery dengan sumber daya yang kita miliki,” ujar Direktur Network & IT Solution PT Telkom, Herlan Wijanarko, dalam keterangan persnya dilansir pada Kamis (27/6).

Herlan menjelaskan bahwa PDN berlokasi di Surabaya, Serpong, dan Batam sebagai cadangan. Data yang terkena ransomware di PDN Surabaya tidak bisa dipulihkan.

“Data yang kena ransom ini sudah nggak bisa kita recovery. Jadi kita menggunakan sumber daya yang kita miliki, yang nomor satu kita mengidentifikasi ada tenant-tenant yang memang sudah memiliki backup di lokasi Surabaya maupun yang ada di Batam, kira-kira 44 tenant,” katanya.

Saat ini, Telkom melakukan recovery dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan kontak dan klarifikasi dengan para tenant serta upaya pengaktifan layanan melalui medium sementara di PDN 1 dan satu media lain yang disiapkan.

“Kita menyesuaikan dengan recovery stage 1, jadi kontak, kemudian kita klarifikasi dengan para tenant dan mulai kita upayakan untuk bisa kita aktifkan layanannya, tentu melalui medium temporer,” jelas Herlan.

Telkom juga telah menghubungi seluruh tenant yang terdampak di PDN Surabaya untuk memastikan apakah mereka memiliki backup data.

“Kita sudah mengontak seluruh tenant yang terdampak di PDNS 1, kerja sama dengan Kominfo untuk memastikan apakah tenant memiliki backup di lokal atau tidak, termasuk situasi layanannya. Hasilnya ada tenant yang memiliki backup, ada yang tidak, ada beberapa yang tidak aktif, dan ada beberapa yang belum bisa diverifikasi,” tambahnya.

Tahap kedua akan dilakukan jika tidak ada backup data.

“Kalau memang tidak ada backup, kita akan me-repeat ulang, kita siapkan environment yang baru sebagai pengganti PDNS 2 yang sudah kita kunci. Kita set up ulang, kita implementasikan semua aspek security yang kita dapat dari BSSN melalui prosedur yang membuat ini lebih aman, baru kita pindah ke environment yang baru,” kata Herlan.

Foto: 123RF.COM/BENJAWAN SITTIDECH