Terbaru! Data Korban Banjir dan Longsor di Sibolga, 8 Meninggal, 21 Hilang

Suasana banjir di Sibolga dan Tapanuli. Foto: dok.TNIAD Suasana banjir di Sibolga dan Tapanuli. Foto: dok.TNIAD

Jakarta, GPriority.co.id – Basarnas mengumumkan sebanyak 8 orang meninggal dunia dan 21 orang hilang akibat banji dan longsor di Kota Sibolga.

Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi merinci 8 orang meningga berada di Jalan Perjuangan 2 orang, Jalan Sutoyo LK 1 Pasar Baru 2 orang, jalan Masjid Budi Sehati 2 orang dan Lapo Uci 2 orang.

Adapun data korban hilang berada di tujuh titik yakni Jalan Perjuangan 2 orang, Jalan Beo 1 orang, Lapo Uci 1 orang, Jalan Murai 10 orang dan Jalan Kenanga (Aek Habil) 7 orang lebih.

Putu mengtakan, seluruh tim SAR gabungan telah dikerahkan selama 24 jam terakhir untuk menjangkau area prioritas, mengevakuasi korban terjebak banjir, serta mencari warga yang diduga tertimbun material longsor.

“Sudah disebar di beberapa titik pada hari kedua operasi SAR digelar,” ujarnya, Rabu (26/11).

Operasi SAR ini melibatkan petugas dari Pos SAR Sibolga, TNI/Polri, BPBD, Polairud, serta relawan setempat. Setiap tim dibekali peralatan lengkap seperti armada darat dan air, peralatan medis, alat komunikasi, hingga drone thermal untuk penyisiran area sulit.

Putu menjelaskan bahwa medan yang harus ditembus tim semakin menantang. Putusnya akses jalan utama, tingginya gelombang laut, padamnya listrik, serta gangguan komunikasi menjadi kendala besar dalam operasi.

“Upaya pencarian tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi keselamatan petugas,” cetusnya.

Operasi SAR masih terus berlangsung dan Basarnas mengimbau masyarakat tetap waspada serta segera melapor apabila mengetahui keberadaan korban yang belum ditemukan.