Jakarta, GPriority.co.id – Buah dan sayuran warna-warni seringkali dianjurkan oleh para ahli untuk dikonsumsi sehari-hari, terlebih bagi mereka yang sedang diet untuk memaksimalkan nutrisi.
Meski terlihat sehat, penelitian membuktikan beberapa buah dan sayuran dapat mengubah warna kulit kita jika dikonsumsi berlebihan, sebagaimana dilansir dari laporan NY Post pada Rabu (10/12).
Kulit berwarna oranye
Kulit anda bisa berubah warna menjadi seperti labu, apabila terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan beta karoten, pigmen alamin atau karotenoid. Beta karoten tidak hanya terdapat pada wortel, tetapi juga pada buah dan sayuran lainnya seperti ubi jalar, labu, aprikot, melon, juga beberapa sayuran berdaun hijau seperti sawi dan kale.
Meski tidak berbahaya dan efeknya tidak permanen, namun kondisi perubahan warna dapat berlangsung selama beberapa bulan.
“Biasanya kondisi ini pertama kali pada telapak tangan dan telapak kaki yang memiliki kulit lebih tebal,” jelas Dr. Anthony Youn, ahli bedah plastik yang berbasis di Michigan.
Kondisi serupa juga sering muncul pada bayi yang diberi makanan yang dihaluskan dalam jumlah banyak, terutama labu. Meski sekilas tampak seperti penyakit kuning, namun kondisi ini mudah dibedakan dengan melihat sklera, bagian putih mata yang tetap berwarna putih.
Kondisi ini kabarnya menyerang pendiri Apple, Steve Jobs, yang sempat menjalani diet wortel selama berminggu-minggu. Konon, ia terkadang memiliki rona kulit seperti matahari terbenam.
Kulit berwarna merah
Ketika anda terlalu banyak mengonsumsi buah dan sayuran dengan kandungan likopen, kemungkinan besar anda akan memiliki rona kulit berwarna merah. Likopen terkandung dalam tomat, semangka, hingga pepaya yang dapat menumpuk di stratum korneum, lapisan kulit yang memiliki kandungan lemak tinggi.
Akibatnya, kulit akan berubah warna menjadi lebih gelap seperti warna matahari terbenam jingga yang dikenal sebagai likopenemia. Umumnya, likopenemia menyebabkan perubahan warna pada telapak tangan, telapak kaki, atau garis yang membentang dari hidung ke mulut. Perubahan warna ini dapat muncul secara merata dalam bentuk bercak-bercak.
Efek likopenemia bersifat sementara dan akan mereda ketika konsumsinya dikurangi. Selain perubahan pada kulit, kelebihan likopen juga dapat menyebabkan mual, diare, dan masalah pencernaan lainnya. Kendati demikian, likopen yang dikonsumsi dalam jumlah sewajarnya juga memiliki manfaat seperti meringankan gejala deprsi dan meningkatkan sel otak.
Kulit berwarna kuning
Bukan hanya penyakit kuning, kulit yang terlihat menguning dapat terjadi ketika anda terlalu banyak mengonsumsi sayuran hijau gelap seperti bayam dan kale yang mengandung pigmen kuning karotenoid, seperti lutein dan zeaxanthin. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, kandungan tersebut dapat memberi warna kuning pada kulit.
Kulit tidak berubah warna
Sementara itu, ada juga kandungan lainnya dalam buah dan sayuran yang tidak menyebabkan perubahan warna. Diantaranya antosianin, betalain, serta klorofil yang menawarkan manfaat kesehatan dan jarang menyebabkan perubahan warna kulit.
Kandungan antosianin yang memberi warna gelap pada buah beri, kubis merah, serta wortel ungu, akan larut dalam air dan tidak memengaruhi warna kulit secara nyata.
Begitupun dengan betalain, yang memunculkan warna merah dan kuning pekat pada buah dan sayur bit, kaktus pir berduri, serta amaranth. Kandungan tersebut akan dikeluarkan oleh tubuh sebelum memengaruhi warna kulit. Sehingga meski dikonsumi secara berlebihan, buah dan sayuran tersebut tidak akan terlihat membawa perubahan warna kulit meski dapat merubah warna urin dan feses anda.
