Tidak Ada Takbir Keliling lagi Tahun Ini

Setelah mudik, satu lagi tradisi lebaran yang dilarang oleh pemerintah pusat di masa pandemi Covid-19. Adapun tradisi yang dimaksud adalah takbir keliling.

Seperti sama-sama kita ketahui, takbir keliling merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia di saat lebaran idul fitri tiba. Mulai dari penduduk kota hingga desa sudah pasti melakukannya begitu malam lebaran tiba. Namun sayangnya tradisi tersebut kembali tidak diizinkan oleh pemerintah pusat di idul fitri 1442 hijriah.

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, masih adanya pandemi Covid-19 yang membuat pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama melarang takbir keliling.” Saat takbir keliling sudah pasti kita akan berkumpul bersama-sama. Inilah yang dikhawatirkan jika diizinkan, sudah pasti akan menimbulkan klaster baru dan menambah naik kasus positif Covid-19 yang sudah semakin melandai di Indonesia,” jelas Yaqut dalam siaran persnya secara virtual melalui kanal You Tube  Sekretariat Presiden pada Senin (19/4/2021).

 Untuk itulah sebagai gantinya, Yaqut menyarankan agar takbiran sebaiknya dilakukan di masjid atau musholla saja dengan jumlah terbatas yakni 50 orang.

Terkait dengan mudik, Yaqut sangat mendukung sekali pelarangan tersebut, apalagi mudik hukumnya sunah, sementara menjaga kesehatan diri dan keluarga hukumnya wajib.” Jangan sampai yang sunah jadi wajib, yang wajib jadi sunah. Jujur pelarangan mudik bukan karena pemerintah benci dengan tradisi ini, namun semata-mata untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Nanti kalau sudah tidak ada Covid-19, silahkan tradisi mudik dilanjutkan kembali,” tutupnya.(Hs.Foto.dok.BPMI Setpres)

Related posts