Trip Surabaya

Tidak sulit untuk menggambarkan betapa istimewanya kota Surabaya. Berbagai kenangan dan sejarah tentang Indonesia memperjuangkan kemerdekaan, menjadikan kota ini tidak ada duanya. Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, hal ini sejak adanya pertempuran rakyat Surabaya melawan tentara Belanda dalam revolusi Indonesia.

Selain menjadi ibukota dari provnsi Jawa Timur, Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta. Dengan populasi penduduk sekitar tiga juta orang, Surabaya telah menjadi kota Metropolis dengan beberapa keanekaragaman yang kaya di dalamnya, termasuk tempat wisata.

Yuk simak ulasan beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi saat datang ke Kota Surabaya.

  1. Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam merupakan sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Terletak di pusat kota, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952. Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

 

Melangkahkan kaki memasuki KRI Pasopati 410 dengan tiket masuk Rp 10 ribu per orang ini pengunjung bisa melihat keadaan di dalam kapal selam. Karena dimensi kapal selam yang tidak terlalu besar dengan kapasitas 63 penumpang termasuk komandan, ruangan yang ada di dalam kapal selam ini terasa cukup sempit dan sesak.

 

Di dalamnya banyak terdapat panel-panel dan tuas sebagai peralatan dan perlengkapan kapal selam. Selain itu, juga terdapat peralatan navigasi, ruang kerja, tempat tidur kru kapal selam yang cukup kecil dan bersusun, dapur , ruangan baterai I dan baterai II, ruang mesin listrik, mesin diesel, terminal mesin, dan sebagainya.

 

Menariknya adalah di sini pengunjung dapat membayangkan rasanya menjadi TNI yang berperang pada zaman penjajahan dalam ruangan yang sempit dan pintu yang kecil. Tentu dapat merasakan betapa tangguh dan luar biasanya mereka. Ditambah, ruangan kapal selam telah diberi pendingin ruangan agar pengunjung lebih nyaman saat mendatangi tempat wisata ini.

 

  1. Masjid Ceng Ho

Masjid Cheng Ho Surabaya adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jalan Gading, KetabangGentengSurabaya atau 1.000 m utara Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Meski kecil untuk ukuran masjid, namun Masjid Cheng Ho Surabaya memiliki banyak rahasia. Ukuran bangunan yang 11×11 diambil dari ukuran Ka’bah saat pertama kali dibangun Ibrahim. Dengan ukuran tersebut, setiap orang yang beribadah di masjid ini bisa meningkatkan level kusyuk dalam solatnya, seperti solatnya Nabi Ibrahim.

 

Ornamen atap masjid ini dibentuk persegi delapan yang menyerupai sarang laba-laba. Angka delapan dianggap sebagai angka keberuntungan dalam budaya Tionghoa, sedangkan sarang laba-laba merupakan sesuatu yang menyelamatkan Muhammad dari kejaran kaum Quraish. Warna merah yang mendominasi warna masjid, menyimbolkan kebahagiaan. Sementara warna kuning di beberapa bagiannya mempunyai makna suatu kedamaian.

 

Anak tangga di pintu kanan dan kiri masjid berjumlah lima dan enam. Angka ini menyimbolkan rukun Islam dan rukun iman. Pintu masjid dibangun tanpa menggunakan daun pintu, hal ini melambangkan bahwa Masjid Cheng Ho Surabaya terbuka bagi siapa saja, tanpa melihat golongan.

 

  1. Taman Korea

 

Taman Korea Surabaya merupakan sebuah taman rekreasi sekaligus simbol persahabatan antara negara Indonesia dengan Korea Selatan yang di bangun pada januari 2010. Pembangunannya melibatkan orang Korea langsung dan diresmikan oleh Tri Rismaharini tepat lima bulan setelah pembangunan pada 8 mei 2010.

 

Bentuk dan penampilan Taman Korea Surabaya ini berbeda dengan taman-taman lainya. Bentuk Taman Korea merupakan bentuk perpaduan dua budaya, yaitu budaya Indonesia dan Korea Selatan. Di tengah taman berdiri monumen persahabatan Indonesia-Korea Selatan, berbentuk kotak persegi panjang didampingi dengan dua kotak di kiri-kanannya. Pepohonan berdiri berjajar di pinggir taman.

 

Bukan hanya sebuah tugu persahabatan Indonesia-Korea Selatan saja di sini. Di Taman Korea pengunjung juga bisa menikmati segarnya air mancur serta adanya area track jogging, tempat permainan anak – anak, dan fasilitas olahraga mini.

 

Kehadiran Taman Korea di Surabaya sangat menguntungkan bagi masyarakat. Disamping sebagai tempat bersantai Taman Korea juga menjadi lahan terbuka hijau yang sangat di butuhkan untuk keseimbangan alam.

 

  1. Kebun Binatang Surabaya

 

Kebun Binatang Surabaya (KBS) terletak di Jalan Setail No. 1 Surabaya. Kebun binatang ini terkenal dan menjadi salah satu tujuan rekreasi yang sangat membanggakan karena menjadi kebun binatang terbesar di Asia Tenggara.

Lokasi kebun binatang ini cukup terkenal karena terletak di depan patung “Suroboyo”, dengan ikon dari Hiu dan Buaya yang melambangkan kota Surabaya. Selain itu, KBS juga mudah dijangkau karena dekat dengan terminal Joyoboyo.

 

Ada lebih dari 351 spesies dan lebih dari 2000 hewan hidup di kebun binatang ini. Salah satu diantaranya adalah termasuk spesies asli Indonesia dan yang terancam punah di dunia, baik Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces.

 

Setiap kandang hewan dikelompokkan ke dalam kategori. Misalnya, unggas atau burung (Aves), di mana ada pelikan Australia, burung merak, jalak Bali, dan burung unta. Juga ada, harimau sumatera, macan tutul, harimau putih, singa, dan beruang.

 

Di sisi belakang kebun binatang, merupakan kandang untuk primata termasuk orangutan, simpanse, babon dan bekantan. Setelah itu, pengunjung dapat melihat kandang jerapah, kuda, rusa, unta, kuda nil, dan elderly bison Amerika.

 

  1. Masjid Sunan Ampel

 

Bagi peziarah atau peminat wisata religi maka kawasan Sunan Ampel sangatlah dikenal. Masjid ini adalah masjid yang paling terkenal dan suci bagi umat Muslim di Surabaya, setelah Masjid Akbar Surabaya. Tepat di belakang Masjid Ampel terdapat kompleks makam Sunan Ampel yang meninggal pada 1481. Di kawasan ini ada yang menarik yaitu keberadaan Kampung Arab yang sebagian besar ditempati keturunan Arab Yaman dan Cina yang sudah menetap ratusan tahun untuk berdagang. Suasana kehidupan para pedagang ini nyaris seperti suasana di Makkah.

 

Masjid Ampel didirikan tahun 1421 oleh Sunan Ampel, dibantu sahabat karibnya Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, serta santrinya. Masjid ini dibangun di atas sebidang tanah seluas 120 x 180 meter persegi di Desa Ampel (sekarang Kelurahan Ampel), Kecamatan Semampir Surabaya atau sekitar 2 km ke arah Timur Jembatan Merah. Tidak disebut kapan selesainya pembangunan Masjid Ampel ini. Sunan Ampel juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel. Sejak tahun 1972 Kawasan Masjid Agung Sunan Ampel telah ditetapkan menjadi tempat wisata religi oleh Pemkot Surabaya.

 

  1. House of Sampoerna

Surabaya penuh jejak sejarah yang terbukti dari bangunan kolonial yang sering memikat wisatawan, seperti Museum House of Sampoerna yang dekat dengan kawasan Jembatan Merah. 

 

Terletak di kawasan “Surabaya lama”, gedung megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1858 dan sekarang menjadi situs bersejarah yang terus dilestarikan.

 

Gedung ini sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, kemudian dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dengan maksud untuk digunakan tempat produksi rokok pertama Sampoerna.

 

Saat ini, gedung ini masih berfungsi sebagai tempat produksi salah satu produk rokok paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe. Dalam peringatan ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah susah payah renovasi dan sekarang terbuka untuk umum.

 

  1. Taman Bungkul

 

Surabaya sebagai kota metropolis kedua di Indonesia tidak hanya terkenal karena memiliki banyak tempat perbelanjaan (Mall). Surabaya juga merupakan salah satu kota terindah di Indonesia, karena memiliki banyak taman yang sangat mudah ditemukan. Pada 2017 Pemerintah Kota Surabaya menambahkan 28 taman untuk turut menghijaukan kota pahlawan ini. 

 

Salah satu taman yang sangat terkenal di kota ini adalah Taman Bungkul. Taman yang terletak di jantung kota ini mendapatkan penghargaan sebagai taman kota terbaik se-Asia tahun 2013. Di Area dengan luas sekitar 900 meter ini, warga Surabaya sering melakukan rekreasi atau sekedar bersantai.

 

Sejak diresmikan pada 21 Maret 2007, Perkembangan Taman Bungkul semakin pesat. Salah satunya disebabkan sarana-sarana penunjang, seperti skateboard track dan BMX track, jogging track, plaza (panggung untuk live performance berbagai jenis entertainment), zona akses Wi-Fi gratis, area green park dengan kolam air mancur, taman bermain anak-anak hingga pujasera.

 

  1. Klenteng Hong Tiek Han

 

Klenteng Hong Tiek Hian merupakan klenteng tertua di Surabaya yang dibangun oleh pasukan Tartar pada zaman Khu Bilai Khan pada awal Kerajaan Majapahit. Klenteng ini terletak di Jalan Dukuh, Surabaya Utara, di daerah Pecinan. Selain sebagai tempat ibadah, juga sering diselenggarakan acara-acara tradisional Cina seperti pertunjukkan wayang Pho Tee Hi atau perayaan hari-hari besar Cina seperti Imlek.

 

Tempat ibadah ini dikelola oleh Yayasan Sembahyang Hok Tik Hian yang berinduk pada Himpunan Tempat Ibadah Tridharma Se-Indonesia. Bangunan klenteng ini terdiri dari dua bangunan berbeda yang dijembatani oleh jembatan, dijaga dua ekor naga. Di dalam klenteng yang lama terdapat altar sembahyang Sien Beng dan Kong Co yang terdiri dari: Kong Tek Tjun Ong, Boen Tjiang Tee Koen, dan Hok Tik Tjing Sien.

 

Sedangkan di ruang altar sembahyangan bangunan baru terdapat pujaan dari Mak Co Thian Siang Sien Boo, Oen Wan Sue dan Ma Wang Sue, Thio Wan Sue dan Khong Wan Sue. Sementara itu, di lantai dua terdapat altar dari Hiap Thian Siang Tee, Buddha Avalokitesvara didampingi oleh Buddha Gautama, Namo K. Bodhisatva, O Mi To Hoed, Namo Aryayi Bodhisatvaya dan Buddha Maitreya.

 

 

 

 

  1. Taman Prestasi Surabaya

Taman Prestasi Surabaya dibuat tahun 1992, terletak di Jalan Ketabangkali. Lokasi ini berada 200 meter ke arah barat setelah jembatan Yos Sudarso yang merupakan taman di tengah kota.

Saat melewati pintu masuk, maka akan terasa suasana segar. Pepohonan serta sekitar 21 jenis bunga tumbuh diantara hamparan rerumputan. Membuat taman tampak lebih asri. Taman Prestasi memiliki luas kira-kira sekitar 6000 meter persegi. Pengunjung dapat menikmati segala fasilitas yang ada di dalamnya.

Selain Bunga dan taman bermain, pengunjung juga dapat melihat pesawat jenis bomber B-26 Intruder. Pesawat ini dijadikan monumen sejak 19 Juli 2006. Keberadaan pesawat tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang, terutama anak-anak. Panjang pesawat yang mulai terbang pada 1950 ini sekitar 51 kaki dengan tinggi 18 kaki. Sedangkan bentangan sayapnya mencapai 70 kaki.

Taman yang berada tepat di belakang Gedung Grahadi ini dilengkapi sarana lain seperti panggung terbuka, panggung teater, serta musholla. Lebih dari itu, pengunjung juga dapat merasakan ketenangan berada di dekat aliran Sungai Kalimas. Tak puas hanya melihat-lihat saja, pengunjung bisa menyusuri aliran sungai ini dengan menyewa perahu motor.

  1. Surabaya North Quay

Jika ingin mencari tempat nongkrong yang unik di Surabaya, sekaligus hunting spot foto keren, Surabaya North Quay (SNQ) bisa menjadi pilihan.  Tempat wisata yang dikelola oleh PT Pelindo III (Persero) ini dijadikan lokasi bersandarnya kapal pesiar (cruise) internasional.

Surabaya North Quay berlokasi di lantai dua dan tiga gedung megah Terminal Gapura Surya Nusantara. Selain lokasi untuk bersandar kapal mewah internasional, para pengunjung juga dapat menikmati pemandangan indah di sepanjang Pelabuhan Tanjung Perak.

Di Surabaya North Quay, pengunjung dapat menyaksikan hiburan live music, atraksi seni, pameran produk komunitas lokal, dan pasar kuliner.

Lantai dua Terminal Gapura Surya disulap untuk venue ajang pesta belanja. Beberapa penjual yang selama ini memeriahkan Basha Market dan Pop Market juga diundang untuk menggelar lapak-lapak mereka di lantai dua Terminal Gapura Surya. Sementara di lantai tiga, diisi aneka kuliner khas Surabaya.

Sementara itu, di ruang pameran, sejumlah komunitas anak muda urban akan memamerkan produk-produk karya kreatif mereka. Selain itu, juga ada booth dari para perajin sepatu dari kawasan eks-lokalisasi Dolly.

 

Related posts

Leave a Comment