Tujuh Jurus Sultra Tangani Inflasi

Kendari, Gpriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengara (Sultra) memiliki tujuh program yang dikonstruksikan untuk mengendalikan inflasi. Berikut tujuh program yang dijabarkan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto.

Program pertama menurut Andap ialah mengintegrasikan data stok dan neraca pangan 17 Kabupaten/Kota untuk penyusunan kebijakan pengendalian inflasi. Kedua, melaksakanan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 17 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sultra.

Selanjutnya, ketiga menggerakkan Satgas Pangan secara masif untuk operasi pasar guna cek ketersediaan pasokan, kelancaran distribusinya, dan pengawasan terhadap praktek monopoli harga. Keempat, Andap melanjutkan, menyalurkan bantuan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bekerjasama dengan Bulog.

Sementara, kelima menanam 2.738.485 bibit sayur mayur untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Sultra, yang juga mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Kemudian keenam, menyalurkan bantuan sarana prasarana dan pengembangan teknologi pertanian guna peningkatan produksi pangan.

Terakhir, ketujuh, subsidi silang anggaran untuk komoditas angkutan udara yang menyumbang 0,48% andil inflasi. Dilansir laman Diskominfostandi Sultra, ketujuh langkah di atas merupakan bagian tidak terpisahkan dari substasi materi komitmen yang ditandatangani  bersama antara Pj Gubernur, Bupati/Walikota, dan stakeholder terkait untuk penanganan laju inflasi di Sultra.

“Setelah 7 (tujuh) langkah konkret ini dilaksanakan, setiap minggunya kami laksanakan analisis dan evaluasi (Anev) guna memastikan pencapaian dan perbaikan dari kekurangan dan memutuskan solusinya, serta menentukan strategi atas kendala lapangan,” jelas Andap.

Andap menegaskan pihaknya akan melanjutkan tujuh jurus kendali inflasi,  dan akan terus berinovasi dengan dinamika situasi yang fluktuatif dengan langkah-langkah terencana, terarah, terukur dan tepat sasaran. “Karena penyelesaian inflasi bukan asumsi, tapi langkah nyata,” cetusnya.

Sebagai informasi, pada awal 2024 inflasi Provinsi Sultra menjadi 2,58%, peringkat ke-14 terendah se-Indonesia. Angka inflasi Sultra tersebut berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,61%. Pj Gubernur Andap menekankan bahwasanya kunci kendalikan inflasi dengan melakukan Koordinasi dan Komitmen, Identifikasi dan Analisis, serta Politik Anggaran. Disampaikannya pula masalah inflasi di era otonomi daerah sudah seharusnya juga melibatkan Kabupaten/Kota secara menyeluruh.

Foto : Diskominfo Sultra