Usia Ideal Anak Laki-Laki Di Sunat

Jakarta, GPriority.co.id – Sunat atau sirkumsisi adalah tindakan medis yang memotong ujung atau menghilangkan sebagian kulit kepala penis pria. Dalam masyarakat, tindakan ini banyak dilakukan dengan beragam alasan, diantaranya karena alasan agama atau budaya dan alasan medis.

Di Indonesia biasanya sunat dilakukan saat musim libur anak sekolah. Alasannya, agar anak-anak punya waktu untuk istirahat di rumah tanpa perlu meninggalkan waktu belajar. Padahal, menurut sisi medis dan psikologis, masa sekolah SD atau SMP belum tentu menjadi waktu yang tepat melakukan sunat.

Lantas, saat usia berapakah idealnya anak laki-laki disunat?

Dikutip dari berbagai sumber, tidak ada waktu yang benar-benar tepat dalam menentukan waktu ideal bagi laki-laki untuk disunat. Namun, sejumlah pakar sepakat bahwa waktu terbaik untuk disunat adalah ketika mereka berusia kurang dari 1 tahun.

Dalam sebuah studi uji klinis yang dilakukan di rumah sakit afiliasi Erzincan University of Medical Sciences, Turki, pada tahun 2014, yang hasilnya dimuat dalam  Iranian Red Crescent Medical Journal, berjudul “At What Age Range Should Children Be Circumcised?”.

Anak-anak yang disunat dievaluasi dalam 3 kelompok, yaitu kurang dari satu tahun (grup 1), 1-7 tahun (grup 2), dan> 7 tahun (grup 3). Hasilnya, mulai dari durasi pemulihan pasca-anestesi terpendek setelah intervensi bedah, dan waktu sampai keluar rumah sakit, serta biaya terendah, dan komplikasi anestesi paling sedikit, semuanya merujuk pada grup 1, yaitu kelompok anak yang kurang dari satu tahun.

Serupa dengan hasil penelitian di atas, menurut Integral Medical Center di London, menyatakan bahwa waktu yang tepat bagi anak laki-laki untuk khitan berkisar usia 7-14 hari.

Menyunat anak ketika masih bayi juga dilakukan oleh dr. Reisa Broto Asmoro untuk alasan kesehatan. Menurutnya, jika sunat dilakukan di usia dewasa, orang tua harus mempersiapkan mental anak.

Hasil penelitian dan pernyataan para ahli di atas nyatanya juga sejalan dengan beberapa agama dan budaya yang menjalankan titah sunat sebagai kewajiban, contohnya di agama Islam yang menyarankan sunat sejak usia 1 minggu. Tidak jauh berbeda, tradisi Yahudi mengharuskan bayi sudah harus di sunat sebelum berusia 8 hari.

Ahli medis sepakat sunat sebaiknya dilakukan saat anak masih bayi karena beberapa alasan. Menurut studi, melakukan sunat saat anak berusia kurang dari satu tahun dapat mengurangi risiko komplikasi akibat anestesi. Biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit dibandingkan dengan melakukan prosedur pada anak yang lebih besar.

Ahli juga mengatakan, pada bayi yang baru lahir sekitar usia satu minggu, darah yang keluar saat proses sunat masih sedikit. Selain itu, saat masih bayi, pembentukan sel-sel dan jaringan sedang tumbuh dengan pesat dan rasa sakit yang dirasakan juga belum terlalu berat.

Berkaitan dengan kondisi psikologis anak, risiko trauma oleh proses sunat yang dilakukan ketika masih bayi juga tidak akan berpengaruh ke depannya bagi anak.

Meski begitu, bukan berarti anak tidak bisa disunat ketika usianya sudah lebih dewasa. Hanya saja, terdapat beberapa risiko yang mungkin akan dialami jika baru disunat di usia yang sudah lebih dewasa, seperti perlunya beberapa jahitan pada kulit penis dan adanya risiko pendarahan ketika sunat.

Hal yang perlu diketahui adalah bahwa tidak semua anak bisa disunat ketika masih bayi dan yang paling penting, sunat sangat tidak dianjurkan pada anak yang baru lahir (newborn).

Menyunat anak laki-laki saat masih bayi harus memperhatikan kembali kondisi si bayi. Mereka harus sehat dan kondisi organ vitalnya harus dalam keadaan yang stabil.

Meskipun proses sunat sakit, akan tetapi sunat punya banyak manfaat, diantaranya mengurangi timbulnya infeksi saluran kencing (ISK) pada pria hingga 10 kali lebih rendah dan menurunkan risiko kanker penis. Sunat juga berpengaruh terhadap ketahanan dari penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS serta lebih bebas dari masalah penis, seperti peradangan, infeksi, atau iritasi yang sering terjadi pada anak yang tidak disunat. (Vn.Foto.istimewa)

Related posts