Viral! Menteri Pariwisata Kebingungan Jawab Soal Selisih Anggaran Saat Rapat dengan DPR

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri tampak kebingungan saat ditanya terkait kejanggalan anggaran kementeriannya oleh anggota DPR RI/Foto Tangkapan Layar YouTube DPR

Jakarta, GPriority.co.id – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri tampak kebingungan saat ditanya terkait kejanggalan anggaran kementeriannya oleh anggota DPR RI.

Momen tersebut terjadi dalam rapat kerja antara Kementerian Pariwisata dan Komisi VII DPR RI yang digelar pada Rabu (1/4/2026).

Rapat kerja itu membahas tindak lanjut rencana kerja Kementerian Pariwisata untuk tahun anggaran 2026. Namun, di tengah pemaparan anggaran, muncul sorotan dari anggota DPR terkait adanya selisih data yang dinilai tidak sinkron antara laporan kementerian dan dokumen yang dibahas dalam rapat.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, kemudian mempertanyakan keakuratan laporan anggaran yang disampaikan pihak kementerian. Ia mengaku menemukan data yang tidak konsisten sehingga berpotensi menimbulkan salah tafsir.

Pertanyaan tersebut membuat Widiyanti tampak kebingungan saat menjelaskan rincian anggaran yang dimaksud.

“Bukan, yang tadi transfer ke daerah itu 5,7 ya? Betul ya 5,7. Itu programnya pemasaran atau programnya kementerian?” tanya Ketua Komisi VII DPR RI itu, dikutip dari YouTube DPR RI, Jumat (10/4).

“Pemasaran, programnya Provinsi,” jawab Widiyanti dengan nada ragu.

“Tapi untuk penggunaan seperti pemasaran, begitu pak,” sambungnya.

Karena jawaban tersebut dinilai belum jelas, Saleh kemudian meminta biro perencanaan Kementerian Pariwisata untuk memberikan penjelasan lebih rinci.

“Izin ya ibu, supaya saya clear, supaya jangan tumpang tindih penjelasan. Saya minta biro perencanaannya ada nggak? Coba angkat tangan,” tegas Saleh.

Namun suasana rapat semakin tegang ketika pihak biro perencanaan tidak menyebutkan angka pasti dan hanya menggunakan istilah “sekitar” saat menjelaskan anggaran.

Pernyataan itu langsung mendapat teguran keras dari Saleh. Ia menegaskan bahwa pembahasan anggaran harus disertai angka yang pasti.

“Jadi sekitar…,” ujar biro perencanaan.

“Kok sekitar, ini kalau kalian bicara anggaran bilang sekitar sama saya nggak bisa, angka itu harus eksak, ini dari tadi nggak pas hitung angka-angka ini, makanya saya soal,” ujar Saleh.

Sebagai tindak lanjut, Komisi VII DPR RI memberikan tenggat waktu lima hari kepada Kementerian Pariwisata untuk memperbaiki serta menyampaikan kembali laporan anggaran yang telah diverifikasi.

Potongan video rapat tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari publik. Sejumlah warganet mempertanyakan kapasitas Widiyanti sebagai Menteri Pariwisata.

“Kok bisa jadi menteri,” kata @garasibapak.

“Sekelas menteri begini? Pulang-pulang stres dia, mampir Plaza Indonesia dulu beli Hermez birkin buat nyenengin ati,” ucap @chef_beng_budiarso.

“Lagian kaga kompeten dijadiin menteri sih,” tutur @apriliafitria1204.

“Modelan kayak begini kok bisa jadi menteri. Keliatan kemayu dan menag tampang doang,” kata @aretha_s_daandel.