Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, Ihwan Mohamad Taiyeb, mengungkapkan bahwa kebijakan pemangkasan Transfer Ke Daerah (TKD) turut memberikan dampak terhadap keuangan daerah, termasuk di Kabupaten Morowali.
“Ya memang kalau kami khususnya di Kabupaten Morowali, kalau kita bilang tidak berdampak, tidak juga ya. Kita objektif semua daerah yang telah mengalami pengurangan itu adalah sebuah dampak ya,” ujar Ihwan kepada GPriority usai mengikuti Rakernasus ADKASI di Jakarta, Senin (15/12).
Meski begitu, Ihwan memastikan bahwa hingga saat ini dampak tersebut masih dapat ditangani oleh pemerintah daerah.
Namun, pemotongan TKD pada akhirnya berdampak pada pengurangan belanja daerah, khususnya belanja modal. Hal tersebut berpotensi memengaruhi rencana pembangunan yang telah diproyeksikan sebelumnya.
“Morowali sih Alhamdulillah walaupun masih bisa tertangani, tetapi apa yang menjadi proyeksi kita untuk ke depannya itu jelas terjadi pengurangan-pengurangan karena adanya pengurangan itu tadi,” katanya.
Ihwan menyebutkan bahwa pengurangan anggaran hampir pasti berdampak pada belanja modal, termasuk pembiayaan kebutuhan-kebutuhan tertentu. Namun, ia memastikan kebutuhan dasar masyarakat masih dapat terpenuhi.
“Ya pasti pengurangan belanja modal pastinya ya. Belanja modal apalagi juga keperluan-keperluan yang sifatnya kebutuhan lainnya. Tapi kalau kebutuhan dasar sih Alhamdulillah masih bisa terpenuhi di Keupatan Morowali,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ihwan menegaskan bahwa pelayanan publik dan belanja pegawai di Kabupaten Morowali hingga saat ini masih berjalan dengan baik. Bahkan, program dan visi Bupati yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tetap dapat dilaksanakan.
“Kalau kita pelayanan publik di Morowali sih Alhamdulillah masih bisa tertangani. Belanja pegawai tertangani semua. Semua kita. Juga visi-misi Bupati RPJMD juga bisa kami laksanakan,” ucapnya.
Untuk itu, Ihwan berharap pemerintah pusat dapat melihat secara objektif dampak nyata pemangkasan TKD terhadap daerah.
Ia menilai pengurangan tersebut memiliki konsekuensi besar terhadap keberlangsungan pembangunan daerah.
“Semoga ke depannya pemerintah lebih melihat secara objektif ke daerah. Segala sesuatu yang menjadi pengurangan-pengurangan itu adalah dampaknya besar juga ke daerah,” ucap Ihwan.
