Jakarta, GPriority.co.id – Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi tanggung jawab kepala daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hal ini disampaikan Sinen saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RPJMD Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025–2029 saat Rapat Paripurna ke-9 masa persidangan III di ruang rapat paripurna DPRD Kota Tidore, Kelurahan Tongowai, Senin (11/8).
“Dengan pelaksanaan RPJMD yang berorientasi pada kepentingan publik, kehadiran pemerintah daerah akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Senin dikutip, Selasa (12/8).
Menurut Sinen, RPJMD merupakan penjabaran dari visi dan misi kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah, dan keuangan daerah.
“Secara substansial, RPJMD merupakan penjabaran konkrit dari visi, misi, dan program kepala daerah serta seluruh aktivitas pemerintahan daerah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. RPJMD menjadi acuan dalam melaksanakan program strategis dan pemanfaatan pendanaan demi peningkatan pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah,” ujar Muhammad Sinen.
Ia menjelaskan, secara formal RPJMD menjadi landasan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra).
“Tidak boleh ada perbedaan antara RPJMD, RKPD, dan Renstra perangkat daerah agar konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaannya tetap terjaga,” tuturnya.
Menurut dia, RPJMD merupakan gambaran wajah masa depan Kota Tidore Kepulauan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga arah pembangunan tetap fokus pada perencanaan yang telah disusun.
“Mari rencanakan apa yang akan dikerjakan, dan kerjakan apa yang telah direncanakan. Kami meminta dukungan DPRD, para pemangku kepentingan, dan seluruh elemen strategis untuk bersinergi mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah,” ujar dia.
Ia juga membuka ruang bagi masukan publik, dan berupaya semaksimal mungkin agar dokumen ini memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Namun jika ada hal strategis yang luput dari analisa tim penyusun, kami siap menerima masukan dan koreksi demi penyempurnaan,” jelas dia.
