WHO Ungkap 92 Persen Penduduk Dunia Menghirup Udara dengan Kualitas Buruk

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Aflaha Rizal Bahtiar

Jakarta, GPriority.co.id— Akhir-akhir ini berita mengenai polusi udara di Jakarta begitu ramai di masyarakat. Berdasarkan Air Quality Index (AQI) beberapa tahun terakhir, dilaporkan kualitas udara di kota Jakarta dikategorikan tidak sehat.

Demikian juga terjadi di kota lain, seperti Tangerang Selatan, Terentang dan Mempawah di Kalimantan Barat, Serang Banten, Bandjarbaru Kalimantan Selatan, Palembang, dan lain-lain.

Lewat keterangan PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) menyatakan, WHO mencatat saat ini 92 persen penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas yang buruk.

WHO mencatat setiap tahun ada 7 juta kematian (2 juta di Asia Tenggara) berhubungan dengan polusi udara luar ruangan dan dalam ruangan.

Masalah polusi udara ini sangat berhubungan dengan penyakit paru serta pernapasan, seperti infeksi saluran paru, penyakit jantung, hingga stroke. Menurut data WHO, polusi udara di seluruh dunia berkontribusi 25 persen pada seluruh penyakit dan kematian akibat kanker paru.

Selain itu, 17 persen seluruh penyakit dan kematian akibat ISPA, 16 persen stroke, 15 persen jantung iskemik, dan 8 persen penyakt dan kematian akibat PPOK.

Populasi rentan terhadap polusi udara antara lain anak-anak, usia lanjut, perempuan, pekerja luar ruangan, serta populasi yang mempunyai penyakit paru dan jantung.

WHO juga menyatakan, polusi udara yang berdampak pada anak-anak sekitar 14 persen usia 5-18 tahun, yang memiliki asma terkait polusi udara dan terdapat 543.000 kematian anak usia kurang lebih 5 tahun tiap tahunnya akibat pernapasan.

Polusi udara juga berhubungan dengan risiko ISPA, penurunan fungsi paru, risiko kanker pada anak, gangguan perkembangan mental dan motorik, serta gangguan kognitif pada anak dan remaja.