Wisata Andalan di Mahulu

Sektor pariwisata di Kabupaten Mahakam Ulu merupakan salah satu sektor strategis yang dimanfaatkan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang menjadi perwujudan identitas daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mahakam Ulu, Kristina Tening, SH., saat dihubungi mengatakan, ada beberapa destinasi wisata di Mahakam ulu yang sudah dilakukan kajian, seperti Wisata air Terjun Long Melaham, Air Terjun Kelukup, dan Wisata Batoq Tenevang.

Kristina mengaku destinasi wisata tersebut akan menjadi tempat wisata andalan di Mahulu. Dari kajian tersebut juga akan dilakukan kegiatan Detail Engineering Design (DED) atau sering disebut dengan gambar kerja detail.

“Daerah yang kami sudah lakukan kajian memang menjadi tempat wisata andalan. Dalam kajian saat ini sebagai lanjutan dari kajian tersebut kita lakukan kegiatan DED dan inventarisasi lahan dikawasan yang akan dijadikan area pembangunan wisata,” katanya.

Kadis Pariwisata juga mengaku titik wisata di Mahakam Ulu sangat banyak dan tersebar di beberapa titik. Hanya saja dari sekian banyak potensi yang ada pihaknya harus menetapkan dulu skala prioritas untuk membangun dengan pertimbangan akses jalan dan lain-lain.

“Untuk pengelolaannya juga saya belum bisa mengekspos, karena harus kita kaji betul-betul pola pengelolaannya sehingga masyarakat benar-benar menerima manfaat dari pembangunan wisata tersebut,” tutur Kristina Tening.

Ia berharap semoga hal tersebut mendapat dukungan dari warga masyarakat, karena bagaimanapun yang menjadi aktor utama dalam kegiatan kewisataan adalah masyakat. Kristina menegaskan dalam membangun pariwisata harus mendapatkan dukungan dari unsur terkait, karena tujuannya adalah meningkatkan sektor ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kristina Tening juga membahas sedikit tentang Pokdarwis akronim dari Kelompok Sadar Wisata di Mahakam Ulu. Pokdarwis betujuan untuk membangun pariwisata berbasis masyarakat dan budaya.

“Pokdarwis di Mahulu saat ini sedang berjalan dengan baik, namun demikian memang tetap perlu pendampingan dalam hal pengembangan kapasitas, karena SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki kemampuan memberi motivasi, kretif, inovatif dan kemampuan mengkoordinir pokdariwis, kelompo-kelompok lainnya yang saling mendukung dan mampu membangun hubungan dengan instansi terkait,” imbuhnya.

Kadis Pariwisata pun berpesan agar kedepannya SDM di Kabupaten Mahakam Ulu siap menjadi pelaku utama dalam pembangunan pariwisata. Ia mencontohkan seperti di Bali yang pariwisatanya maju, mulai dari jenis layanan usaha wisatanya, bisa berbahasa asing, dan kearifan lokalnya.

“Contoh budaya dan adat istiadat mereka tetap kuat, dan itu yang ditunjukkan sebagai sesuatu yang unik, sehingga orang mau datang menyaksikan yang unik-unik. Nah harapannya kabupaten Mahulu kuat dengan budayanya, hal itu yang harus dilestarikan dan diperkuat. Budaya dan adat istiadat yang unik di tempat lain belum tentu sama dengan yang ada di Mahakam Ulu,” tuturnya.

*Air Terjun Long Melaham*

Panorama air terjun yang menghembuskan butir-butir air dibalut dengan keindahan alam yang sangat alami menjadi daya tarik tersendiri bagi Air Terjun Long Melaham.

Wisata ini berada di wilayah perbatasan Indonesia Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, dengan jarak sekitar 20 km dari desa terdekat. Akses jalan menuju kawasan itu melewati kebun kelapa sawit, yang dilanjutkan berjalan kaki menggunakan jalur jalan setapak. Medannya juga tidak mudah, selain dipenuhi pepohonan besar, banyak semak belukar dan bukit-bukit yang harus didaki.

Air terjun Long Melaham sendiri mengahdirkan pemandangan alam yang indah dengan dikelilingi hutan lebat. Uniknya air dari sungai berwarna kemerahan seperti teh, hal tersebut disebabkan karena akar dan getah dari pepohonan yang ada di tepi sungai. Kehidupan masyarakat setempat yang menjaga tempat wisata ini juga menjadi edukasi bagi wisatawan.

Pemkab Mahakam Ulu sebelumnya menjalin kerja sama dengan Universitas Udayana, Bali dan merekomendasikan tema wisata Long Meta atau Long Melaham Tourism Area. Empat karakter wisata tersebut diantaranya Long-Wafa (Long Melaham Water Fall), Longme Teriv (Long Melaham Tea River), Longme-Camp (Long Melaham Camping Area), dan Longme Trek (Long Melaham Trekking).

*Batoq Tenevang*

Batoq Tanevang atau lebih dikenal dengan Batu Dinding berada di wilayah administrasi Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Mahulu. Pemkab Mahulu juga dalam hal ini bekerja sama dengan Badan Pusat Unggulan (BPUD) Universitas Udayana Bali untuk mengkaji pembangunan kawasan tersebut.

Berdasarkan Laporan Akhir Studi Kelayakan Sentra Pariwisata Batoq Tenevang Tahun 2020 yang dilakukan Universitas Udayana, dinding batu memiliki lebar yang membentang di tepi Sungai Mahakam sepanjang 800 meter, dengan ketinggian 80—100 meter.

Diseberang area Batoq Tenevang yang tidak produktif, lahan seluas 135,03 hektar akan dijadikan kawasan hijau dengan konsep green tourism. Pengaplikasian tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian kawasan Batoq Tenevang dan nilai budaya masyarakat setempat.

Menampilkan keindahan hamparan batu kapur putih, tembok ini pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat mengubur mayat, konon katanya di tembok batu ini terdapat makam datuk keramat Syekh Abdul Saman bin Syekh Abdullah yang dimakamkan pada tahun 1778. Dinding batu ini juga menjadi objek wisatawan yang menawan saat melakukan wisata susur sungai Mahakam.(#)

Related posts