1 Juta Mobil Listrik Tesla di Tiongkok Ditarik Kembali, Ini Alasannya

Jakarta, GPriority.co.id – Tesla yang dipimpin Elon Musk menarik kembali lebih dari 1,6 juta kendaraan listrik di Tiongkok pada Jumat (5/1) kemarin. Penarikan kembali ini terjadi beberapa hari setelah penjualan produsen mobil listrik AS itu dikalahkan oleh pesaingnya dari Tiongkok, BYD.

Penarikan kembali ini dipicu oleh masalah pada fungsi mengemudi dan sistem penguncian pintu pada mobil listrik Tesla. Masalah ini akan diatasi dengan pembaruan over-the-air (OTA) pada perangkat lunak mobil tersebut.

Mulai saat ini, sebanyak 1.610.105 kendaraan listrik Model S, Model X, dan 3 model yang diimpor, serta kendaraan listrik Model 3 dan Model Y dalam negeri dengan tanggal produksi antara 26 Agustus 2014 hingga 20 Desember 2023, akan ditarik kembali. Hal ini dituturkan langsung oleh pihak Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Tiongkok.

“Untuk kendaraan yang termasuk dalam cakupan penarikan ini, disebabkan saat perbantuan otomatis kemudi diaktifkan, dan pengemudi dapat menyalahgunakan fungsi tersebut. Sehingga dapat meningkatkan risiko tabrakan kendaraan dan menimbulkan bahaya keselamatan,” ujarnya.

Tiongkok sendiri merupakan pasar penting bagi perusahaan Tesla yang menjual dan memproduksi sejumlah besar mobiln listriknya. Pabrik manufaktur Tesla terletak di daerah Shanghai.

Penarikan terbaru juga mencakup 7.538 model Tesla yang diimpor. Deretan mobil listrik tersebut diproduksi pada 26 Oktober 2022 hingga 16 November 2023, dan ditemukan adanya masalah pada bagian kontrol kunci pintu mobil.

Sebelumnya pada tahun 2022, Tiongkok juga menarik kembali lebih dari 100.000 mobil karena kerusakan pada bagian inverter belakang mobil.

Bukan hanya di Tiongkok, bulan lalu Tesla juga menarik kembali lebih dari 2 juta mobil di Amerika Serikat dan Kanada karena ditemukan risiko terkait fitur autopilotnya.

Pengunaan mobil listrik menjadi alternatif baru di Tiongkok. Hal ini disebabkan karena Tiongkok sendiri merupakan negara penghasil polusi udara terbesar di dunia.

Pemerintah Tiongkok telah menawarkan banyak subsidi kepada produsen dengan tujuan agar sebagian besar mobil di negara ini menggunakan energi ramah lingkungan pada tahun 2035 mendatang.

Foto : Car and Driver