Jakarta, GPriority.co.id – Usai libur lebaran, sebanyak 15.000 pendatang diprediksi akan masuk Jakarta, seperti dilansir dari ANTARA pada Senin (7/4).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan para pendatang baru yang ingin tinggal dan bekerja di Jakarta harus memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Hal ini bertujuan agar tidak membebani kota dan dapat bersaing secara sehat dengan warga lokal.
Kendati Dinas Dukcapil DKI Jakarta telah memprediksi akan ada sekitar 15.000 pendatang baru pasca Lebaran 2025, Rano menilai jika jumlah itu tergolong kecil. Ia juga menyatakan bahwa Jakarta tetap membuka pintu bagi siapa pun tanpa memberlakukan operasi yusticia, yang sudah tidak lagi diterapkan sejak 2018 lalu.
Rano menekankan pentingnya pendataan jumlah pendatang bukan untuk membatasi, melainkan untuk mengetahui skala mobilitas penduduk. Pria yang akrab disapa ‘Si Doel’ itu juga memperkirakan jumlah pendatang bisa lebih tinggi dari prediksi, bahkan mencapai 50 ribu jiwa.
Rano memprediksi akan ada banyak pendatang yang tinggal di wilayah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok, kendati bekerja di Jakarta. Menurut Kepala Dinas Dukcapil Jakarta, Budi Awaluddin, diperkirakan jika jumlah pendatang baru berkisar antara 10.000 hingga 15.000 orang.
388 Ribu Kendaraan Terpantau Kembali ke Jakarta
Sementara itu dilansir dari ANTARA, sebanyak 388 ribu kendaraan terpantau kembali ke Jakarta via tol Cikampek Utama.
Sebuah foto udara memperlihatkan arus mudik kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, bergerak lambat pada Minggu (6/4) kemarin. Pemandangan itu menjadi salah satu momen tersibuk arus mudik pasca-Lebaran, dengan kepadatan arus lalu lintas di jalur tol tersebut.
Menurut data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), total kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikampek Utama sejak hari pertama Lebaran hingga puncak arus balik pada H+5, hingga pukul 06.15 WIB, sebanyak 388.001 kendaraan. Data tersebut menunjukkan pergerakan pemudik yang hendak kembali ke pusat kota sangat masif.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok.ANTARA
