Jakarta,GPriority.co.id-“Saat rapat terbatas (Ratas) beberapa waktu yang lalu, Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 sebesar 4,8 persen hingga 5,2 persen,” ucap Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat membuka rapat kerja Bappebti di Auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (19/1/2023).
Untuk mencapainya, Mendag Zulhas begitu ia disapa menjelaskan, dibutuhkan terobosan-terobosan baru seperti melakukan misi bisnis dagang ke negara-negara timur tengah. “Kenapa Timur Tengah karena daya beli disana sangat tinggi,” ucap Mendag Zulhas.
Tak hanya melakukan ekspor, Mendag Zulhas juga berencana membangun Hypermart yang didalamnya berisi barang-barang buatan Indonesia. Untuk mewujudkan misi tersebut, Mendag Zulhas akan membawa serta Kadin dan para pengusaha retail.
Kedua meminta kepada Bappebti untuk membuat bursa komoditi. “Kenapa harus membuat bursa komoditi, agar tidak selalu berpatokan harga kepada Malaysia. Saya berharap di Juni ini Bappebti sudah membuat bursa komoditi untuk beberapa produk terlebih dahulu sehingga Indonesia memiliki patokan harga komoditi ekspor seperti CPO,” jelas Mendag Zulhas.
Yang ketiga adalah memanfaatkan sistem resi gudang. Sistem Resi Gudang merupakan salah satu instrument penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan karena dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi petani dan dunia usaha dengan agunan barang yang disimpan di gudang. “Dengan adanya sistem resi gudang, maka petani bisa terhindar dari tengkulak dan harga jual yang murah,” ucap Mendag Zulhas.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Zulhas mengatakan bahwa Indonesia patut bersyukur di tengah ancaman resesi global, tahun 2022 masih tumbuh 5,72 persen dan laju inflasi bisa terkendali. “Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara semua stakeholder bisa menekan inflasi dan menumbuhkan perekonomian Indonesia. Sehingga harus tetap dipertahankan,” tutur Mendag Zulhas menutup sambutannya. (Hs.Foto:Hs)
