44 Puskesmas DKI Siap Layani Cek Kesehatan Gratis

Jakarta, GPriority.co.id – Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 44 puskesmas untuk mengakomodir program pelayanan cek kesehatan gratis. Adapun program ini akan dimulai pada 10 Februari 2025.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan pihaknya akan menambah jumlahnya sebanyak 292 puskesmas di wilayah DKI Jakarta.

“Akan diawali persiapan tahap satu dengan menyiapkan 44 puskesmas di wilayah DKI Jakarta,” ujar Ani, Jumat (7/2).

Ani menyatakan pihaknya telah siap untuk menyelenggarakan program pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat yang berulang tahun. Maka itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan visitasi dan melakukan identifikasi sasaran pemeriksaan kesehatan gratis hari ulang tahun sesuai dengan siklus hidup.

“Pemprov DKI juga menyiapkan tenaga medis dan tenaga kesehatan, ruang pelayanan, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai,” kata dia dikutip Antara.

Sebagai informasi, pemerintah menyatakan program cek kesehatan gratis akan dimulai pada 10 Februari 2025. Ditargetkan program ini menjangkau 280 juta jiwa penerima pada tahun ini.

Sementara itu Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin Budi menambahkan jangkauan program ini akan mengalahkan program vaksonasi virus Covid-19 yang menyasar 180 juta jiwa dan program imunisasi yang menyasar 70 juta jiwa. Ia optimis program tersebut di awal-awal akan diminati hingga 60 juta jiwa.

“Masyarakat seluruhnya mulai dari Lahir sampai lansia, itu kita layani. Mungkin tidak langsung 280 juta, tahun pertama kalau saya dapet 50 juta, 60 juta aja udah senang. Tapi kan kita harapkan ini makin lama makin naik terus,” katanya.

Budi menyampaikan cek kesehatan gratis ini akan menyasar kepada anak usia di bawah enam tahun tengah berulang tahun. Baik dari Februari, Maret hingga April berada 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik yang sudah bekerja sama dengan BPJS.

Bagi anak sekolah, pemberian program cek kesehatan gratis diberikan saat masuk sekolah. Hal ini agar tidak terjadi antrean mengular di puskesmas. Budi Gunadi juga mengungkapkan adanya program screening kejiwaan mulai dari anak sekolah dasar.

Foto: GPriority/Nindya