Ormas Gerakan Rakyat Resmi Menjadi Partai Politik

Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat resmi menjadi Partai Politik/Foto Situs Gerakan Rakyat

Jakarta, GPriority.co.id – Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat secara resmi mendeklrasikan diri menjadi sebuah partai politik (parpol) dengan nama Partai Gerakan Rakyat. 

Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I hari kedua di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/1).

Langkah besar ini diambil berdasarkan hasil pemungutan suara digital melalui platform e-musyawarah.gerakanrakyat.org. Pengambilan suara yang dilakukan selama satu jam tersebut menunjukkan aspirasi dari total anggota sebanyak 403 dengan rincian 395 suara menyatakan setuju, dan 8 suara memilih tidak setuju.

Pemungutan suara itu bersifat eksklusif, hanya diikuti oleh anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi dan terdaftar dalam sistem Daftar Nomor Anggota Gerakan Rakyat (DNAGR).

Berdasarkan hasil pleno yang dihadiri oleh 511 anggota dari berbagai tingkatan, meliputi 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 402 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pakar dan jajaran pengurus pusat, Sahrin Hamid secara mufakat ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Lalu, mengangkat dan mengesahkan saudara Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dalam masa bakti tahun 2026-2030,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan saat membacakan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi, dikutip dari instagram @gerakanrakyat.id, Senin (19/1).

Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat lahir sebagai jawaban atas kondisi politik saat ini yang cenderung elitis. 

Dia menekankan bahwa Partai Gerakan Rakyat terinspirasi dari visi keadilan sosial yang selama ini dibawa oleh Tokoh Inspiratif sekaligus Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Rasyid Baswedan.

“Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, saat ini tidak lagi menjadi perjuangan personal, tapi sudah menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat,” tegas Sahrin.

Sahrin juga menggarisbawahi bahwa kekuatan utama partai ini adalah Gotong Royong. Sejak tahun 2023 hingga 2026, seluruh kegiatan Gerakan Rakyat dilakukan secara swadaya dan patungan oleh para anggota, bukan oleh kekuatan oligarki atau dinasti politik.

Untuk membedakan diri dengan partai lain, Partai Gerakan Rakyat menetapkan Panca Dharma sebagai karakter setiap kadernya, di antaranya religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatria, kasih sayang, dan integritas moral.

Selain karakter kader, partai akan dijalankan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat, terutama musyawarah mufakat. 

Sahrin juga menegaskan bahwa pimpinan partai di tingkat daerah, baik DPW, DPD, hingga DPC, tidak boleh menjadi otoritas tunggal, melainkan harus menjadi fasilitator bagi keputusan kolektif anggotanya.