Jakarta, GPriority.co.id – Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, berbuka puasa menjadi momen yang paling dinanti. Kendati demikian, dalam Islam berbuka puasa bukan hanya sekadar makan dan minum.
Setidaknya ada 6 adab berbuka puasa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar ibadah semakin sempurna dan penuh keberkahan. Dilansir dari postingan Instagram @fiqihwanita_, berikut ini penjelasannya.
1. Memperbanyak doa sebelum berbuka puasa
Waktu berbuka puasa menjadi salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan. Menurut HR. Ibnu Majah, memperbanyak doa sebelum berbuka puasa sangat dianjurkan, terutama apabila anda memiliki banyak hajat serta untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Membaca Basmalah
Menurut HR. Bukhari dan Muslim, selain membaca doa berbuka, jangan lupa untuk membaca Basmalah. Dengan membaca basmalah dan doa berbuka puasa, menjadi pertanda rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Selain itu, dengan membaca doa, juga dapat menyadarkan kita bahwa segala kekuatan untuk berpuasa datangnya dari Allah. Sehingga menjadi pengingat, bahwa berbuka puasa tidak sekadar memenuhi hawa nafsu, namun juga sebagai bagian dari ibadah.
3. Berbuka dengan kurma basah, kurma kering, atau air putih (mineral)
Menurut HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dalam sunnah disebutkan bahwa Rasulullah SAW berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air. Hal ini diriwayatkan dalam hadis yang terdapat dalam Sunan Abu Dawud.
Kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa. Sementara air membantu menghidrasi tubuh secara perlahan. Mengikuti cara berbuka ini bukan hanya meneladani sunnah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang optimal.
4. Membaca doa berikut :
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah.” (HR. Abu Dawud)
5. Berbuka dengan makan secukupnya, lalu dilanjutkan dengan mengerjakan sholat Maghrib
Setelah menahan lapar sepanjang hari, terkadang muncul keinginan untuk makan dalam jumlah besar. Namun, Islam mengajarkan keseimbangan dan melarang sikap berlebihan. Berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan agar tubuh tidak kaget menerima asupan makanan secara tiba-tiba.
Makan berlebihan saat berbuka justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa kantuk berlebihan yang mengurangi kualitas ibadah malam seperti shalat tarawih. Oleh karena itu, penting untuk menjaga porsi dan memilih makanan yang sehat.
6. Bersyukur dan berbagi dengan sesama
Sebagai tambahan, adab berbuka puasa yang tak kalah penting adalah bersyukur atas nikmat makanan serta berbagi dengan orang lain. Memberikan makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa memiliki pahala yang besar tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
Berbagi takjil atau mengundang orang lain untuk berbuka bersama juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Sikap ini mencerminkan kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dari ajaran Islam.
