Jakarta, GPriority.co.id – Mendidik anak bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai orang tua, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir.
Dalam ajaran Islam, segala pengorbanan yang diberikan orang tua demi tumbuh kembang dan pendidikan anak dapat bernilai amal jariyah apabila dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
Hal tersebut dijelaskan oleh Ustadz Dr. Zaenal Abidin bin Syamsuddin, Lc., M.M dalam bukunya ‘Golden Ways Anak Shalih’. Menurutnya, setiap bentuk ikhtiar orang tua untuk mendidik anak, baik berupa waktu, tenaga, biaya, maupun ilmu, memiliki nilai ibadah yang besar.
“Waktu, tenaga, materi, pikiran, dan ilmu yang dikerahkan orang tua untuk anak-anaknya akan menjadi amal jariyah, buahnya dapat dipetik di dunia dan akhirat,” tulisnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa biaya pendidikan anak bukan sekadar pengeluaran finansial, melainkan bagian dari investasi spiritual. Ketika orang tua membiayai pendidikan yang baik, menanamkan akhlak mulia, serta membimbing anak agar menjadi pribadi yang bertakwa dan bermanfaat bagi sesama, maka pahala dari setiap kebaikan yang dilakukan anak dapat terus mengalir kepada orang tuanya.
Pandangan ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim No. 1631).
Hadis tersebut menjadi landasan kuat bahwa memiliki anak saleh yang senantiasa berdoa dan berbuat kebaikan merupakan salah satu bentuk amal yang pahalanya tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia. Karena itu, pendidikan yang diberikan orang tua sejak dini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak.
Selain membiayai sekolah formal, pendidikan dalam Islam juga mencakup penanaman akidah, akhlak, adab, hingga kebiasaan beribadah. Orang tua memiliki peran sebagai pendidik pertama yang mengenalkan nilai-nilai Islam sebelum anak mendapatkan pendidikan dari lingkungan luar.
Melalui pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai agama, orang tua tidak hanya mempersiapkan masa depan anak di dunia, tetapi juga menanam benih amal jariyah yang terus berbuah.
Sebagaimana dijelaskan Ustadz Dr. Zainal Abidin bin Syamsuddin, setiap pengorbanan yang diberikan demi tumbuh kembang anak akan menjadi bekal berharga yang manfaatnya dapat dirasakan, baik selama kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat.
