Arab Saudi, GPriority.co.id – Sebuah ledakan terjadi di Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Riyadh, Arab Saudi pada Senin (2/3) kemarin. Iran diketahui terus melakukan pembalasan terhadap tempat-tempat yang berkaitan dengan AS di sekitarnya.
Dilansir dari laporan AFP, kawasan diplomatik Riyadh, Arab Saudi, yang merupakan tempat kediaman kedutaan asing di ibu kota Saudi dan tempat tinggal para diplomat asing, diserang dan terlihat kepulan asap.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua drone menyerang kedutaan AS di Riyadh dan memicu kebakaran kecil.
“Serangan itu mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil pada bangunan,” kata pernyataan itu.
AFP juga melaporkan bahwa pertahanan udara Saudi mencegat empat drone yang menargetkan kawasan diplomatik Riyadh dalam serangan tersebut.
Tak lama kemudian, kedutaan besar AS di Arab Saudi mengeluarkan pemberitahuan untuk berlindung di tempat bagi warga negara di Jeddah, Riyadh, dan Dhahran.
Sementara itu, menanggapi hal yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada NewsNation bahwa semua orang akan “segera mengetahui pembalasan yang akan dihadapi Iran karena menyerang kedutaan besar AS di Riyadh, Arab Saudi.” Presiden AS juga mengatakan dia tidak percaya pengerahan pasukan AS di lapangan akan diperlukan.
Di sisi lain, Angkatan Darat Kuwait juga mengatakan bahwa pasukan sedang menghadapi “gelombang rudal dan drone” yang terdeteksi di wilayah udara Negara Kuwait.
“Staf Umum menegaskan kesiapan penuh untuk menghadapi semua ancaman guna memastikan perlindungan wilayah darat dan udara negara, serta keselamatan warga negara dan penduduk,” sebut pihak Angkatan Darat Kuwait.
