Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia memastikan telah meneken kontrak awal pengadaan pesawat tempur generasi kelima KAAN dari Turkish Aerospace Industries.
Pembelian alutsista canggih tersebut akan dilakukan melalui skema pinjaman luar negeri (PLN).
“Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dikutip Antara di Jakarta, Jumat (3/4).
Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa Kemhan secara resmi telah menandatangani kontrak awal pembelian jet tempur KAAN yang dikembangkan oleh Turki.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Indonesia berencana membeli hingga 48 unit pesawat tempur KAAN, dengan jadwal pengiriman diperkirakan mulai tahun 2032.
Namun, Rico belum memberikan rincian lebih lanjut terkait jumlah pasti maupun nilai anggaran yang disiapkan pemerintah.
“Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI,” tutup dia.
Informasi terkait jumlah pembelian tersebut ramai dibahas di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @isds.indonesia. Dalam unggahannya disebutkan bahwa kontrak pembelian dilakukan saat ajang pameran pertahanan IDEF di Istanbul pada pertengahan 2025.
Akun tersebut juga mengklaim nilai kontrak mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp251 triliun untuk 48 unit pesawat tempur generasi kelima tersebut. Hingga kini, pihak Kemenhan belum mengonfirmasi angka tersebut secara resmi.
