Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membantah kabar yang menyebut pihaknya mengadakan 70.000 unit motor listrik untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagaimana beredar di media sosial.
Ia menegaskan, jumlah pengadaan motor listrik tersebut bukan 70.000 unit, melainkan 21.801 unit dari total 25.000 unit yang dipesan.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total listrik motor sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” kata Dadan dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/4).
Dadan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga menegaskan bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan.
Meski demikian, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga kini belum didistribusikan. Kendaraan yang tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
“Motor tersebut belum didistribusikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.
Diketahui, sebelumnya beredar video di media sosial yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo BGN, yang kemudian memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
