Washington, GPriority.co.id – Dalam sesi konferensi pers terbaru terkait perang AS-Iran, seorang reporter secara langsung menanyakan kondisi kesehatan mental Presiden AS, Donald Trump.
Pertanyaan tersebut muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap sikap dan pernyataan Trump selama konflik yang berlangsung sejak Februari 2026 lalu.
Dalam sebuah momen, dikutip dari Reuters, seorang reporter secara blak-blakan mempertanyakan stabilitas mental Trump, mengingat beberapa kali dirinya memberikan pernyataan yang kontroversial dan agresif selama perang berlangsung.
Situasi ini terjadi ketika pemerintahan Trump tengah menghadapi tekanan besar, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional.
“Apa tangapan anda terhadap para kritikus yang mengatakan bahwa kesehatan mental anda mungkin perlu diperiksa seiring berlanjutnya perang ini?” tanya reporter itu.
Menanggapi pertanyaan tersebut, alih-alih memberikan pernyataan yang jelas, Trump justru merespons dengan nada defensif dan menyerang balik reporter tersebut.
Ia mengklaim dirinya berada dalam kondisi yang sangat baik dan tetap mampu menjalankan tugas sebagai presiden.
“Yah, saya belum pernah mendengar itu. Tetapi jika memang demikian, anda harus memiliki lebih banyak orang seperti saya, karena negara kita telah dirugikan dalam perdagangan, militer, dalam segala hal, selama bertahun-tahun sampai saya datang,” jawabnya.
Setelah cuplikan video tersebut viral, netizen memuji reporter tersebut karena telah menanyakan hal yang membuat banyak orang penasaran selama ini. Tak sedikit yang menilai bahwa respon Trump justru memperkuat keyakinan tentang kesehatan mentalnya.
Dilansir dari LeMonde, isu kesehatan mental Trump sendiri bukanlah hal baru. Sejumlah pengamat politik dan pakar telah lama menyoroti gaya komunikasi Trump yang sering berubah-ubah, penuh emosi, dan terkadang tidak konsisten. Bahkan, laporan media internasional menyebut bahwa retorika Trump selama perang Iran semakin meningkatkan kekhawatiran tersebut.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Trump juga melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia bahkan sempat menyatakan kemungkinan kehancuran besar jika tuntutan Amerika Serikat tidak dipenuhi, yang kemudian menuai kritik luas dari berbagai kalangan.
Meski demikian, Gedung Putih tetap membela Trump. Mereka menyatakan bahwa presiden berada dalam kondisi prima dan sepenuhnya mampu menjalankan tugasnya. Pendukung Trump juga menilai bahwa pertanyaan tersebut tidak pantas dan merupakan bentuk serangan politik.
