Kontroversi Arsenal vs City: Jersey Haaland Robek, Tak Dapat Pelanggaran?

Momen saat jersey Erling Haaland robek akibat kontak fisik dengan Gabriel Magalhaes/Foto : Dok. Tangkapan Layar YouTube Premier League Momen saat jersey Erling Haaland robek akibat kontak fisik dengan Gabriel Magalhaes/Foto : Dok. Tangkapan Layar YouTube Premier League

Manchester, GPriority.co.id – Pertandingan sengit antara Arsenal vs Manchester City pada Minggu (19/4) kemarin kembali memicu kontroversi, setelah insiden jersey robek yang dialami Erling Haaland saat berduel dengan Gabriel Magalhães.

Dalam laga lanjutan Premier League tersebut, Haaland terlihat kesal setelah bagian lengan bajunya robek akibat duel fisik dengan Gabriel. Anehnya, wasit tidak memberikan pelanggaran atas kejadian tersebut, yang langsung memicu perdebatan di kalangan pemain hingga penggemar.

Menurut laporan The Sun, insiden itu terjadi saat Haaland mencoba menguasai bola di sisi lapangan. Dalam perebutan tersebut, Gabriel terlihat menarik dan menjatuhkan sang striker hingga pakaian dalamnya ikut robek. Namun, keputusan wasit Anthony Taylor tetap tidak berubah. Tidak ada pelanggaran yang diberikan.

Haaland tampak “marah” setelah insiden tersebut karena merasa dirugikan oleh keputusan wasit. Bahkan, momen itu terjadi tak lama setelah dirinya mencetak gol penting yang membawa timnya unggul dalam pertandingan.

Pertandingan sendiri berlangsung panas sejak awal. Rayan Cherki sempat membuka keunggulan bagi Manchester City sebelum disamakan oleh Kai Havertz. Haaland kemudian mencetak gol penentu kemenangan yang membuat City menang 2-1.

Namun, bukan hanya soal gol yang menjadi perhatian. Duel antara Haaland dan Gabriel terus memanas sepanjang pertandingan. Dalam momen lain, keduanya bahkan terlibat adu fisik dan saling dorong yang berujung kartu kuning untuk kedua pemain.

Media menyebut, Haaland sempat dijatuhkan dan “lengan bajunya sampai robek,” tetapi tetap tidak mendapatkan tendangan bebas. Kutipan menyebutkan ia “bahkan tidak diberi pelanggaran” meski insiden terlihat jelas di lapangan.

Situasi ini semakin memperkeruh tensi pertandingan yang memang krusial dalam perebutan gelar. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bahkan ikut mendapat kartu kuning karena melakukan protes keras terhadap keputusan wasit di pinggir lapangan.

Di sisi lain, pihak liga juga menjelaskan beberapa keputusan kontroversial dalam pertandingan tersebut, termasuk insiden lain saat Gabriel dinilai tidak layak mendapat kartu merah. Wasit dan VAR menilai aksinya tidak tergolong “berlebihan atau agresif,” sehingga hanya diberi kartu kuning.

Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Manchester City dalam perburuan gelar. Tambahan tiga poin membuat mereka semakin dekat dengan puncak klasemen dan menjaga peluang juara tetap terbuka.