Jakarta, GPriority.co.id – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi kembali memasuki Istana Negara setelah sebelumnya terseret kontroversi kasus teror kepala babi di kantor Tempo yang berujung pada pengunduran dirinya pada 21 April 2025.
Kini, Hasan kembali ke lingkungan istana dengan peran baru sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Ia termasuk salah satu pejabat yang dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (27/4).
Usai pelantikan, Hasan menyampaikan bahwa dirinya akan fokus membantu memperkuat strategi komunikasi pemerintah.
“Ketemu lagi dengan teman-teman di istana. Ya barusan kami berenam baru saja selesai menjalani pelantikan oleh bapak Presiden. Dan kebetulan untuk saya hari ini ditugaskan oleh bapak Presiden sebagai Penasehat Khusus Bidang Komunikasi dan Media,” kata Hasan dilihat dari siaran langsung YouTube Sekretriat Presiden.
Dia menegaskan akan bekerja sama erat dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, serta Kementerian Komunikasi dan Digital, agar pesan-pesan pemerintah dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada publik.
“Nanti tentu sebagai pembantu presiden, saya akan bekerja sama yang sangat erat dengan abangda Kabakom M Qodari, mungkin juga dengan Ibu Menkomdigi untuk memperkuat lagi bidang komunikasi yang di sampaikan oleh pemerintah, supaya pesan-pesan yang ingin diketahui oleh publik bisa lebih baik lagi, bisa jauh lebih sampai, dan bisa dipahami oleh masyarakat. Termasuk juga mungkin nanti dari pemerintah tentu harus juga meluruskan berita-berita, pemahaman atau informasi yang tidak benar dari pemerintah,” jelasnya.
Menurut Hasan, peran yang diembannya lebih menitikberatkan pada penyusunan strategi dan substansi komunikasi. Sementara fungsi juru bicara tetap berada pada pejabat yang telah ditunjuk, seperti Menteri Sekretaris Negara dan Kepala Badan Komunikasi. Meski demikian, Hasan menyatakan siap jika sewaktu-waktu diminta untuk berinteraksi langsung dengan media.
“Yang jadi jubir kan ada pak Mensetneg, ada Kepala Badan Komunikasi, itu yang setau saya jadi jubir. Tapi kalau diperintahkan presiden, ya kita siap. Kalau di perintahkan oleh bang Kabakom untuk maju ke ketemu dengan teman-teman media, kita juga siap,” pungkasnya.
Sebelumnya, Hasan sempat menjadi sorotan publik setelah memberikan respons terkait kasus teror di kantor Tempo. Tak lama berselang, ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan dan menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet pada 21 April.
Dalam pernyataannya, Hasan menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara matang, bukan karena dorongan emosional. Ia merasa sudah saatnya menepi dan memberikan kesempatan kepada sosok lain untuk melanjutkan peran tersebut.
Hasan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden atas kepercayaan yang telah diberikan, serta memohon maaf apabila kinerjanya belum memenuhi harapan. Meski tidak lagi menjabat, ia tetap menyatakan kesiapan untuk membantu proses transisi kepemimpinan di Kantor Komunikasi Presiden.
