41 Sekolah di Jawa Barat Bertransformasi Jadi Sekolah Maung

Bandung, Gpriority.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan 41 sekolah sebagai Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang terdiri dari 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri. Kabar baik bagi yang baru tamat SMP untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Sekolah Maung merupakan program unggulan Gubernur Dedi Mulyadi untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan khusus bagi siswa berprestasi.

Sebanyak 41 Sekolah Maung terdiri atas 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat Tahun ajaran 2026/2027. Tiap kabupaten/kota mendapat 1 SMA Maung, kecuali Kota Bandung yang mendapat 2 SMA (SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung).

“Penerimaan siswa Sekolah Maung hanya melalui jalur prestasi, tidak ada jalur domisili,” kata Dedi Mulyadi.

Seleksi Akademik dan Non-Akademik

Seleksi masuk Sekolah Maung melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan tambahan seleksi berbasis prestasi, meliputi nilai akademik (matematika, IPA, bahasa) dan pencapaian non-akademik (olahraga, seni, industri kreatif).

Sekolah Maung menggunakan kurikulum khusus dengan kelas kecil dan fokus pada jurusan strategis. Di dalam sekolah akan dibentuk kelas khusus seperti kelas olahraga, seni, dan industri kreatif.

Daftar Sekolah Maung

28 SMA Maung: SMAN 2 Cibinong, SMAN 1 Bogor, SMAN 1 Depok, SMAN 1 Bekasi, SMAN 2 Tambun Selatan, SMAN 1 Subang, SMAN 1 Purwakarta, SMAN 5 Karawang, SMAN 2 Kota Sukabumi, SMAN 1 Pelabuhan Ratu, SMAN 1 Cisarua, SMAN 1 Cianjur, SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 3 Cimahi, SMAN 1 Soreang, SMAN 1 Sumedang, SMAN 1 Majalengka, SMAN 1 Sindang, SMAN 2 Cirebon, SMAN 1 Palimanan, SMAN 2 Kuningan, SMAN 1 Garut, SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 1 Singaparna, SMAN 1 Ciamis, SMAN 1 Banjar, dan SMAN 1 Parigi.

13 SMK Maung: SMKN 1 Mundu, SMKN 1 Garut, SMKN 1 Pangandaran, SMK Maung Purwakarta, SMK Maung Sukabumi, SMK Maung Cianjur, SMK Maung Cimahi, SMK Maung Tasikmalaya, dan SMK Maung Majalengka.

Proses Penetapan

Penetapan Sekolah Maung dilakukan melalui pengusulan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di masing-masing wilayah, diverifikasi oleh tim Dinas Pendidikan Provinsi, dan ditetapkan melalui SK Gubernur. KCD dinilai paling paham kondisi dan potensi sekolah di daerahnya.

Dedi Mulyadi menekankan tidak ada pergantian nama sekolah akibat program Sekolah Maung. Maung merupakan akronim dari Manusia Unggul, sebagai pengganti kata “favorit” yang merekrut siswa berdasarkan jalur akademik maupun non-akademik.

Program ini merupakan transformasi sekolah unggulan negeri yang difokuskan untuk memberikan layanan pendidikan lebih optimal bagi siswa berprestasi dengan pendidikan fleksibel.

Foto : Pemprov Jawa Barat