Kaimana, Gpriority.co.id – Kabupaten Kaimana terus menunjukkan geliat ekonomi yang semakin menjanjikan. Dalam lima tahun terakhir, daerah yang dikenal dengan kekayaan sumber daya alam dan pesona Teluk Triton ini berhasil mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Kaimana, terdapat 3.212 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terdaftar sejak Agustus 2021 hingga Mei 2026.
Menariknya, sebanyak 3.195 NIB atau hampir seluruhnya berasal dari sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK), sementara 17 lainnya merupakan usaha non-UMK.
“UMK itu NIBnya ada 3.195, sedangkan non-UMK itu 17, sehingga total 3.212. Usaha di dalam INB itu untuk keseluruhannya ada 8.328 proyek. Itu sudah gabungan dari risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi dan tinggi,” terang Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi Penanaman Modal DPMPTSP-TK Kabupaten Kaimana, Sofyan Hadi Alwi, S.T.
Dominasi UMK tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang. Tingginya jumlah pelaku usaha lokal menunjukkan semakin tumbuhnya semangat kewirausahaan di Kaimana, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kemudahan sistem perizinan berbasis elektronik melalui Online Single Submission (OSS).
Namun, investasi tidak hanya diukur dari jumlah izin usaha yang terbit. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menyelaraskan pertumbuhan investasi dengan agenda pembangunan jangka menengah daerah.
Pada kesempatan lain, dalam agenda Rapat Kerja Bupati se-Papua Barat tahun 2026 beberapa waktu lalu, Bupati Kaimana Drs. Hasan Achmad, M.Si., memaparkan enam prioritas pembangunan yang menjadi fokus pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Keenam prioritas tersebut meliputi sektor pertanian, pendidikan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat kampung, perdagangan dan UMKM, serta afirmasi ekonomi bagi Orang Asli Papua (OAP).
Sektor pertanian menjadi salah satu andalan pembangunan ekonomi daerah. Komoditas pala yang selama ini menjadi identitas Kaimana terus menunjukkan peningkatan baik dari sisi luas lahan maupun produksi.
Selain pala, pemerintah juga mendorong pengembangan komoditas pangan dan perkebunan lain seperti kelapa, pisang, sukun, kopi, serta penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan padi dan komoditas lokal lainnya.
Di bidang pendidikan, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur diarahkan untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan masyarakat kampung juga menjadi perhatian melalui berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial masyarakat di tingkat akar rumput.
Pada saat yang sama, perdagangan dan UMKM didorong menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Langkah ini sejalan dengan fakta bahwa mayoritas investasi di Kaimana saat ini berasal dari pelaku UMK.
Dukungan terhadap pelaku usaha kecil diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, afirmasi ekonomi bagi Orang Asli Papua menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berlangsung secara inklusif dan berkeadilan.
Dengan kombinasi antara pertumbuhan investasi yang terus meningkat dan arah pembangunan yang terfokus, Kaimana memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Papua Barat.
Jika investasi dan program prioritas berjalan seiring, Kaimana bukan hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Laporan : Nindya Farhah Azzahrah
Foto : Istimewa
