Jakarta, GPriority.co.id – Viral di media sosial, kasus yang dialami Endy Bugie menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak menggunakan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa resep dan pengawasan dokter.
Pria tersebut mengaku kehilangan sekitar 75 persen kemampuan penglihatannya akibat steroid-induced glaucoma atau glaukoma akibat steroid setelah bertahun-tahun menggunakan obat tetes mata Cendo Xitrol setiap kali mengalami matanya merah.
Melalui unggahan yang viral di media sosial, Endy mengungkapkan bahwa diagnosis tersebut diterimanya tepat pada hari ulang tahunnya. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi kenyataan pahit yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
“Di hari ulang tahunku, aku didiagnosis mengalami steroid-induced glaucoma. Penglihatanku kini tinggal sekitar 25 persen,” tulis Endy.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaannya menggunakan obat tetes mata secara sembarangan bermula dari anggapan bahwa mata merah merupakan keluhan ringan. Setiap kali mata memerah, ia langsung meneteskan Cendo Xitrol tanpa berkonsultasi dengan dokter.
“Dulu setiap mata merah aku langsung pakai Cendo Xitrol. Aku kira aman karena dijual bebas dan mata langsung terasa lebih baik. Ternyata penggunaan tanpa pengawasan dokter justru merusak saraf mataku,” ungkapnya.
Kasus tersebut mendapat perhatian luas karena banyak masyarakat belum memahami bahwa obat tetes mata yang mengandung kortikosteroid tidak boleh digunakan sembarangan.
Menurut penjelasan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, glaukoma akibat steroid terjadi karena penggunaan steroid dalam jangka panjang menyebabkan gangguan aliran cairan di dalam bola mata.
Akibatnya, tekanan bola mata meningkat dan secara perlahan merusak saraf optik. Kerusakan ini bersifat permanen sehingga kehilangan penglihatan tidak dapat dipulihkan.
“Glaukoma akibat steroid ini adalah peningkatan tekanan bola mata yang disebabkan karena gangguan aliran dari cairan di dalam bola mata,” jelas Dokter spesialis mata dari Universitas Airlangga, Dr. dr. Yulia Pimitasari, SpM(K).
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan steroid secara terus-menerus tanpa petunjuk dokter dapat menyebabkan perubahan pada saluran pembuangan cairan mata sehingga tekanan bola mata meningkat dan merusak saraf penglihatan.
Sementara itu, penelitian dari Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo juga menunjukkan bahwa glaukoma akibat steroid paling sering dipicu oleh penggunaan steroid topikal atau obat tetes mata. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan penglihatan berat hingga kebutaan apabila tidak segera ditangani.
Kasus Endy menjadi pengingat bahwa mata merah bukanlah kondisi yang selalu bisa diobati sendiri. Jika keluhan berlangsung berulang atau disertai nyeri, pandangan kabur, maupun silau, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.
Adapun penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid hanya boleh dilakukan sesuai indikasi medis dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan untuk mencegah kerusakan penglihatan yang tidak dapat diperbaiki.
