Pemerintah Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT: Masih Bisa Ditangani

Media internasional Al Jazeera soroti korban gempa NTT, Flores/Foto : Dok. Al Jazeera Media internasional Al Jazeera soroti korban gempa NTT, Flores/Foto : Dok. Al Jazeera

Flores, GPriority.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), mendapat perhatian dari sejumlah negara.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto sekaligus menawarkan bantuan kemanusiaan dan medis bagi korban gempa NTT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 05.00 WIB, tercatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo antara M1,1 hingga M6,2. Sebanyak 24 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5 dan 81 gempa dirasakan masyarakat.

Dalam pesannya kepada Presiden Prabowo, Pezeshkian menyampaikan simpati mendalam kepada Indonesia, terutama keluarga korban dan masyarakat yang terdampak bencana.

“Dalam keadaan sulit ini, sambil mengumumkan kesediaan kami untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis apa pun, saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan pengampunan kepada para korban, kesembuhan yang cepat bagi yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas,” ungkap Pezeshkian, dikutip dari laporan ANTARA yang bersumber dari IRNA-OANA.

Tawaran bantuan tersebut datang ketika sejumlah negara lain juga menyampaikan dukungan kepada Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia untuk sementara belum membuka bantuan asing untuk penanganan gempa NTT.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah masih optimistis mampu menangani dampak bencana. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan kebutuhan penanganan darurat, termasuk logistik, hunian sementara, dan hunian tetap.

“Nanti kita lihat, karena berdasarkan laporan harian yang kami terima dari teman-teman yang memonitor di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” tegas Prasetyo Hadi.

Di sisi lain, pemberitaan internasional menyoroti kondisi warga di sejumlah wilayah Flores.

Laporan yang dikutip dari Al Jazeera menggambarkan masih adanya masyarakat yang membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan, serta tempat berlindung.

Pemerintah sebelumnya telah mengerahkan lebih dari 1.800 personel TNI-Polri dan sejumlah sarana transportasi untuk mendistribusikan bantuan, meski tantangan geografis dan akses menjadi kendala.

Situasi tersebut membuat penanganan gempa NTT, distribusi bantuan korban gempa Flores, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi perhatian utama pemerintah dalam fase tanggap darurat.