Berharap Pohon Matoa Tumbuh di IKN Dengan Karakter Tanah Yang Sama Dengan Papua

Jakarta-GPriority.co.id, Pada Ritual kendi Nusantara yang berlangsung di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur Papua yang diwakili oleh Asisten Bidang Umum Setda Provinsi Papua Y. Derek Hegemur, SH MH Didampingi Plt.Kepala Biro Umum Dan Protokol Provinsi Papua Elpius Hugi membawa tanah dari bumi Cendrawasih, yang merupakan simbol dari 29 Kabupaten / Kota untuk disatukan di Kendi Nusantara. Selain itu Gubernur Prov Papua menitipkan pohon Matoa untuk ditanam Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Mengenal pohon khas papua matoa, adalah pohon yang tergolong besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dan berdiameter rata-rata maksimum 100 cm. Dilansir dari laman Wikipedia pohon matoa umumnya berbuah sekali dalam setahun. Buah yang memiliki rasa manis ini biasanya berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah tiga atau empat bulan kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Pohon ini tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang tinggi (>1200 mm/tahun). Selain di Papua, matoa juga terdapat di beberapa daerah lain di Indonesia seperti di Sulawesi dan Maluku.

Di Papua dikenal 2 jenis matoa, yaitu matoa kelapa dan matoa papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya. Matoa Kklapa dicirikan dengan daging buah yang kenyal seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan matoa papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm. Tanaman ini mudah beraptasi dengankondisi panas maupun dingin. Pohon ini juga tahan terhadap serangga, yang pada umumnya merusak buah.

Kami berharap pohon Matoa bisa tumbuh di IKN dengan karakter tanah yang sama dengan Papua,” ujar Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua, Jerry Yudianto.
(noz/berbagaisumber.fotoistimewa)