Populasi China Terus Menurun Dalam 2 Tahun, Pakar PBB: 2050 Bisa Turun Lebih Signifikan

Jakarta, GPriority.co.id – Populasi warga negara China terus menurun selama 2 tahun terakhir. Bahkan dengan jumlah yang tak main-main. Selama dua tahun berturut-turut, populasi turun jumlahnya sebanyak 2,75 juta jiwa.

Di tahun 2023, total populasi warga China adalah 1,409 miliar jiwa. Dikutip dari Biro Statistik Negara China, populasi di tahun 2023 menyusut lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

China telah mengalami penurunan angka kelahiran yang signifikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah kebijakan pembatasan satu anak yang diterapkan pemerintah China.

Kebijakan ini telah berlaku sejak tahun 2015. Selain itu, pandemik COVID-19 juga berpengaruh pada turunnya populasi warga China. Data terbaru juga menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Dengan menurunnya populasi generasi muda, maka jumlah pekerja pun berkurang. Konsumen juga mengalami penurunan. Selain itu, terdapat peningkatan biaya yang terkait dengan perawatan lansia dan tunjangan pensiun.

Dengan adanya semua faktor ini, prospek pertumbuhan negara China, semakin berkurang. India telah melampaui China sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Para pakar PBB memperkirakan akan terjadi penurunan populasi China secara signifikan pada tahun 2050 mendatang. Mereka memproyeksikan jumlah penduduk China akan berkurang sebesar 109 juta jiwa dibandingkan perkiraan sebelumnya pada tahun 2019.

Selain itu, populasi usia lansia di China dengan rentang 60 tahun ke atas, diperkirakan akan melampaui 400 juta jiwa pada tahun 2035.

Dari segi indikator demografi, angka kelahiran di China pada tahun 2023 mencapai titik terendah dalam sejarah, yaitu 6,39 kelahiran per 1.000 orang, turun dari 6,77 kelahiran pada tahun 2022. Angka kematian di Tiongkok juga meningkat, mencapai 7,87 kematian per 1.000 orang pada tahun 2023, naik dari 7,37 kematian. pada tahun 2022.

Foto : BBC