Jakarta, GPriority.co.id – Harapan bagi warga Gaza untuk menjalankan Ramadhan dengan penuh ketenangan, nampaknya memiliki titik terang. Warga Gaza, Palestina, dilaporkan memulai bulan Ramadhan hari pertama tanpa adanya gencatan senjata dari Israel.
Mesir, Qatar dan Amerika Serikat, mendukung diberhentikannya gencatan senjata Israel ke Warga Gaza Palestina, sebelum dimulainya Ramadhan pada hari Senin kemarin.
Muncul sedikit rasa optimisme yang memungkinkan terdapatnya kesepakatan pembebasan beberapa warga Palestina yang disandera dan di tahan di penjara Israel.
Pada minggu lalu, pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, juga mengungkapkan perjanjian yang akan mengakhiri perang, menjamin penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan mengembalikan pengungsi Palestina ke tempat asal mereka.
Begitupun juga dengan pernyataan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan bahwa gencatan senjata tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa dia tetap berharap jika Amerika Serikat masih dapat membantu menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas menjelang Ramadhan, dan mengawali satu bulan kekhusyuan ibadah dari umat Islam di Gaza, Paslestina.
“Saya pikir hal itu selalu mungkin terjadi,” kata Biden.
Militer Amerika Serikat, juga melaporkan bahwa sebuah kapal telah berlayar membawa peralatan untuk membangun dermaga terapung di pantai Gaza, sebagai bagian dari upaya Presiden Biden untuk mengirim bantuan ke daerah tersebut melalui laut, juga membantu meringankan krisis kelaparan di sana.
Foto : VOI
