Washington DC, GPriority.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi meluncurkan program Trump Accounts, sebuah skema tabungan investasi yang memberikan modal awal sebesar USD1.000 (sekitar Rp16,2 juta, kurs Rp16.200 per dolar AS) kepada setiap bayi yang memenuhi syarat.
Program ini bertujuan mendorong budaya investasi sejak dini dan membangun aset jangka panjang bagi generasi muda Amerika.
Program tersebut mulai berlaku pada 4 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.
Berdasarkan aturan yang ditetapkan pemerintah AS, setiap bayi warga negara Amerika yang lahir antara 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2028 berhak memperoleh dana awal USD1.000 dari pemerintah federal untuk ditempatkan ke dalam akun investasi atas nama anak tersebut.
Menurut laporan Reuters, dana tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan langsung diinvestasikan pada instrumen berbiaya rendah yang mengikuti indeks saham Amerika Serikat, seperti S&P 500.
Selama anak belum berusia 18 tahun, akun akan dikelola oleh orang tua atau wali sebagai kustodian. Setelah mencapai usia dewasa, dana dapat digunakan sesuai ketentuan, seperti untuk biaya pendidikan, membeli rumah pertama, atau kebutuhan investasi jangka panjang lainnya.
Pemerintah AS juga membuka kesempatan bagi keluarga, perusahaan, maupun pihak lain untuk menambah dana investasi ke akun tersebut. Kontribusi tambahan dibatasi hingga USD5.000 per tahun, sehingga nilai investasi dapat terus bertumbuh melalui mekanisme bunga majemuk (compound growth).
Saat memperkenalkan program ini, pemerintahan Trump menyebut Trump Accounts sebagai langkah untuk membangun kemandirian finansial sejak usia dini sekaligus meningkatkan literasi investasi masyarakat Amerika.
Dalam penjelasan resmi pemerintah AS disebutkan bahwa program ini dirancang agar setiap anak memiliki “jump start on saving” atau “awal yang lebih baik untuk mulai menabung dan berinvestasi.” Pemerintah AS juga menyediakan modul edukasi mengenai tabungan, investasi, diversifikasi, hingga pertumbuhan nilai aset melalui bunga majemuk bagi orang tua dan anak.
Meski mendapat sambutan positif dari sebagian kalangan, program ini juga menuai kritik. Sejumlah ekonom menilai manfaatnya akan lebih besar bagi keluarga yang mampu menambah investasi secara rutin.
Sementara itu bagi keluarga berpenghasilan rendah kemungkinan hanya mengandalkan modal awal USD1.000 sehingga pertumbuhan asetnya lebih terbatas. Selain itu, karena dana ditempatkan di pasar saham, nilainya tetap dipengaruhi fluktuasi pasar.
Meski demikian, respons awal terhadap Trump Accounts cukup tinggi. Pemerintah AS menyebut jutaan akun telah dibuka sejak program diluncurkan, dengan nilai investasi yang telah mencapai ratusan juta dolar AS.
Program ini pun menjadi salah satu kebijakan ekonomi paling menarik perhatian di masa pemerintahan Donald Trump karena secara tidak langsung menjadikan bayi yang baru lahir sebagai investor sejak hari pertama kehidupannya.
