Mengapa Ramadhan Dilaksanakan Dalam Waktu yang Berbeda di Tiap Negara?

Jakarta, GPriority.co.id – Waktu mulainya Ramadhan di suatu negara, biasanya ditentukan lewat hilal yang terlihat pada wilayah negara tersebut. Ramadhan dilaksanakan dalam waktu yang berbeda pada tiap negara.

Negara-negara Islam, dan umat Islam di seluruh dunia, menggunakan kalender Hijriah tradisional untuk menandai datangnya bulan Ramadhan.

Menurut para astronom, melihat penampakan hilal adalah suatu hal yang menantang. Karena di setiap negara, bisa jadi penampakan hilalnya berbeda-beda. Hadirnya teknologi baru, dapat membuat pemantauan hilal dapat lebih akurat, namun prosesnya memang lebih kompleks.

“Memutuskan awal Ramadhan selalu menjadi misi yang menantang, dan akibatnya, tidak semua umat Islam memulai Ramadhan secara bersamaan,” tulis astronom dalam penelitian tersebut.

Bukan hanya tanggal mulai Ramadhan yang berbeda-beda di setiap tempat. Lamanya waktu yang tepat bagi orang-orang untuk berpuasa dari fajar hingga senja, juga bergantung pada tahun dan di mana mereka tinggal, yang berkaitan dengan garis Khatulistiwa.

Karena kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan kalender Masehi yang 365 hari , bulan Ramadhan setiap tahun dilakukan dalam tanggal berbeda pada kalender Masehi. Artinya, hari puasa di belahan bumi utara akan semakin pendek saat ini, hingga di tahun 2031.

Mengenai lokasi, garis lintang penting karena menentukan waktu terbit dan terbenamnya matahari setempat. Umat Muslim yang tinggal di dekat garis Khatulistiwa, biasanya memiliki jadwal puasa yang relatif konsisten setiap tahunnya. Bagi mereka yang tinggal di garis lintang paling utara atau selatan, biasanya jadwal puasanya bervariasi. Setiap tahun pasti mengalami perubahan.

Hal itu juga yang menentukan durasi puasa setiap umat Islam yang berbeda-beda di berbagai negara seluruh dunia.

Foto : Freepik