Bukan Cuma Soal Stunting, Ini Alasan Prabowo Gagas Program Susu dan Makan Siang Gratis

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden terpilih pemilu 2024, Prabowo Subianto, membeberkan alasannya dalam menggagas program susu dan makan siang gratis. Ternyata bukan hanya ingin mengatasi masalah stunting yang masih banyak terjadi di Indonesia, namun ia juga ingin meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan bagi sekitar 80 juta anak-anak sekolah di Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto juga mengaku sudah melakukan uji coba atau trial and error program susu dan makan siang gratis, di wilayah Kalimantan dan provinsi bagian Timur Indonesia.
“Kita sudah mulai dengan proyek pilot yang sudah tiga bulan, kita mulai tidak banyak, tapi kita sudah memulainya. Di Kalimantan, Indonesia Timur, dan semua melaporkan setelah 2-3 bulan kehadiran anak-anak (di sekolah) meningkat,” lapornya.

Prabowo juga merasa masalah stunting di Indonesia ini adalah salah satu hal yang menyedihkan dan harus segera diatasi secara menyeluruh.

“Tidak hanya membantu kesehatan mereka. Tahukah Anda, stunting yang dialami anak-anak Indonesia menurut saya sangat menyedihkan,” kata Presiden Terpilih Pemilu 2024 Prabowo Subianto saat berbincang di acara program ‘Talk to Al Jazeera’, pada Minggu (12/5) kemarin.

Prabowo mengaku, dirinya telah mempelajari dan memperhitungkan kebijakan dari program tersebut. Tahap uji coba yang dilakukan juga membuatnya semakin yakin, bahwa program susu dan makan siang gratis ini dapat berjalan dengan lancar.

“Sudah mempelajari masalahnya, saya mempelajari apa yang bisa kita selamatkan dan apa yang bisa kita alokasikan. Saya sangat, sangat yakin,” tegasnya.

Prabowo juga menekankan, program makan siang dan susu gratis ini akan diberkan untuk seluruh anak sekolah di Indonesia. Menurutnya, program ini harus disegerakan demi masa depan anak-anak Indonesia.

“Program makan gratis ini sangat mendesak, harus segera kita ambil tindakan dan anak-anak Indonesia adalah masa depan kita. Saya kira ini sangat strategis bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Foto : YouTube / Al Jazeera English