Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyatakan bahwa generasi muda harus memiliki kecakapan digital guna memanfaatkan peluang ekspor yang semakin terbuka di pasar global.
“Generasi muda harus cakap digital untuk dapat menangkap peluang-peluang ekspor yang semakin terbuka luas ke pasar global. Penguasaan teknologi digital dapat membantu generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi sehingga membuat produk Indonesia semakin dikenal,” ujar Jerry dalam keterangan di Jakarta, Selasa (16/7).
Menurut Jerry, potensi besar dari populasi muda yang menguasai teknologi digital akan menjadi dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang terus menyelenggarakan pelatihan untuk mencetak generasi muda yang berkontribusi pada perdagangan ekspor dan digital Indonesia.
Salah satu contohnya adalah Pelatihan Bisnis Online Ekspor yang diadakan di kantor Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Jakarta, pada Senin (15/7).
Pelatihan ekspor tersebut merupakan bukti nyata kehadiran Kemendag dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang ekspor, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi calon pengusaha dari kalangan dosen dan mahasiswa. Selain itu, Kemendag memiliki berbagai program terkait pengembangan SDM ekspor, antara lain kolaborasi pemasaran melalui platform digital serta optimalisasi keberadaan perwakilan perdagangan RI di luar negeri, seperti Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Berdasarkan data Bank Indonesia, perdagangan digital di Indonesia terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap ekonomi. Nilai transaksi niaga elektronik (e-commerce) pada 2023 mencapai Rp453,75 triliun. Nilai ini diprediksi tumbuh 2,8 persen menjadi Rp487 triliun pada 2024 serta tumbuh 3,3 persen menjadi Rp503 triliun pada 2025.
Tren surplus neraca perdagangan Indonesia juga terus terjaga selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga Mei 2024. Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 mencatatkan surplus sebesar 2,93 miliar dolar AS. Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Mei 2024 surplus sebesar 13,06 miliar dolar AS. Sementara itu, kinerja ekspor bulan Mei 2024 tercatat mencapai 22,33 miliar dolar AS atau tumbuh 13,82 persen. Ekspor nonmigas pada periode tersebut mencapai 20,91 miliar dolar AS atau naik 14,46 persen (MoM).
“Ini adalah momentum yang baik bagi perekonomian nasional. Sehingga kinerja perdagangan yang sudah baik harus kita jaga dan tingkatkan. Di tengah tantangan dan dinamika global, sektor perdagangan harus mampu memberikan optimisme dan bergerak sebagai generator pemulihan ekonomi nasional,” kata Jerry.
Foto: Kemendag
