Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Koperasi Dan UMKM bersama Asosiasi Ojek Online adakan Konfrensi Pers terkait isu pencabutan BBM bersubsidi untuk jasa transportasi ojek online di Lobby Auditorium lantai 2, Gedung Kementerian Koperasi dan UMKM, Jakarta Selatan, Pada Jumat pukul 10.30 WIB tadi, setelah sebelumnya, dilakukan audiensi oleh Kementerian Koperasi Dan UMKM dengan Asosiasi Ojek Online di ruang terpisah.
Dalam kesempatannya, selaku Menteri Koperasi Dan UMKM, Maman Abdurrahman menyampaikan, dalam pembahasan pada rapat beberapa waktu lalu dengan Tim Satgas BBM bersubsidi yang diketuai oleh Menteri Bahlil Lahadalia bahwa, bagi pelaku usaha yang bergerak disektor UMKM, tidak terkena dampak realokasi BBM bersubsidi.
“Bagi pengusaha UMKM atau yang bergerak di bidang usaha sektor mikro, saya tegaskan mereka berhak mendapatkan BBM bersubsidi di dalam aktivitas keseharian mereka,” tegas menteri UMKM dihadapan awak media yang hadir.
Untuk itu Pemerintah melalui Kementerian Koperasi Dan UMKM telah menyatakan tidak ada pencabutan BBM bersubsidi untuk ojek online sebab ojek online adalah bagian dari klasifikasi UMKM atau sebagai rantai distirbusi.
Hal tersebut juga ditegaskan Ketua Asosiasi Ojek Online Igun Wicaksono, bahwa ojek online sebagai penerima BBM bersubsidi adalah sah. Dengan demikan menurutnya tidak ada lagi perbedaan pandangan atau masalah antara ojek online dan pihak Pemerintah.
“Kami mengucapkan terimaksih atas respon cepat Pemerintah melalui Kementerian UMKM yang telah menjawab keresahan dari rekan-rekan kami, Ojek Online seluruh Indonesia.
Terkait dengan distribusi BBM bersubsidi kepada ojek online, kementerian Koperasi Dan UMKM, menyebut, akan menjadi pekerjaan rumah. Menurut Menteri Koperasi Dan UMKM, Maman Abdurrahman, mekanisme distribusi akan dilakukan dengan cara verifikasi penerima BBM bersubsidi bagi ojek online dengan aplikasi pendukung seperti my pertamina.
“Saya pikir akan terkoneksi dengan my pertamina sehingga akan mudah terveifikasi bagi ojek online penerima BBM bersubsidi, tapi ini barlah menajadi pekerjaan rumah yang akan kami tuntaskan,” ujarnya.
Lebih jauh mengenai penerima BBM bersubsidi, Taxi online baik plat hitam atau kuning, belum menjadi atensi Kementerian Koperasi Dan UMKM, menurutnya hal tersebut perlu dipertimbangkan lebih jauh dalam hal ini oleh Kementerian Perhubungan
“Menurut saya, soal taxi online plat kuning dan plat hitam, biar itu menjadi ranah kementerian Perhubungan dan untuk ojek pangkalan akan kami pertimbangkan, ” pungkasnya
Foto : Gpriority/Jojie
