MUI Tolak Warga Gaza Dievakuasi ke Indonesia

MUI Tolak Warga Gaza di Evakuasi ke Indonesia MUI Tolak Warga Gaza di Evakuasi ke Indonesia

Jakarta, GPriority.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini menolak rencana Presiden Prabowo yang disebut akan mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia. Namun, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, mengaku setuju akan fatwa jihad yang memperbolehkan untuk melawan Israel.

Sudarnoto menyebut jika fatwa ini sejalan dengan Ijtima’ Ulama Fatwa MUI, yang menegaskan kewajiban umat Islam dalam membela Palestina. MUI juga turut merekomendasikan pengiriman pasukan ke Gaza, serta mendesak negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah konkret dalam menghadapi agresi Israel.

Di samping itu, MUI juga menyerukan blokade total terhadap Israel dan mendesak negara-negara Muslim meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Kendati demikian, pihak MUI dengan tegas menolak usulan evakuasi warga Gaza ke Indonesia yang dilontarkan Presiden Prabowo sebelumnya, karena dianggap kontraproduktif terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

MUI menyebut, relokasi justru dapat berisiko memperkuat agenda Israel dan AS dalam mengosongkan Gaza dari warganya. Sudarnoto turut menekankan bahwa upaya yang lebih tepat adalah dengan menekan Israel untuk menghentikan agresi, dan bukan malah mengeluarkan rakyat Palestina dari tanah mereka sendiri.

Sebagai informasi, dalam waktu dekat, MUI kabarnya berencana menyampaikan pandangan ini langsung kepada presiden, sekaligus turut mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia dapat bersatu mendukung Palestina.

Prabowo Ingin Relokasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia

Sebelumnya pada Rabu (9/4), Presiden Prabowo menyampaikan keinginannya untuk mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia. Ia menyatakan bahwa sekitar 1.000 warga Gaza akan dievakuasi pada gelombang pertama, dengan penerbangan khusus yang disediakan transportasi mereka.

“Kami siap mengirim pesawat untuk mengangkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya akan menjadi seribu orang gelombang pertama,” kata Prabowo saat konferensi pers pada Rabu (9/4), seperti dikutip dari ANTARA.

Ia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono akan dikirim untuk mengoordinasikan rencana tersebut dengan pemerintah Palestina dan otoritas setempat untuk memastikan evakuasi berjalan lancar. Prabowo juga menekankan bahwa evakuasi bersifat sementara dan bersyarat.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Reuters