Jakarta, GPriority.co.id – Usai fasiltias nuklirnya diserang, Iran menyerang balik Israel dengan misil balistik pada Sabtu (14/6) lalu.
Dilansir dari AFP News, serangan Israel kepada Iran menargetkan fasilitas di Natanz dan Isfahan, hingga menyebabkan kerusakan berat dan korban jiwa. Iran mengatakan jika serangan tersebut melanggar hukum internasional dan merupakan ancaman serius bagi kedaulatannya.
Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan rudal ke arah Tel Aviv dan Yerusalem. Beberapa bangunan terkena serangan, menyebabkan cedera, meskipun banyak proyektil dicegat oleh pertahanan Israel. Sirene berbunyi di beberapa kota saat penduduk mencari perlindungan.
Pertukaran itu mengganggu perundingan nuklir yang sedang berlangsung di Oman dan meningkatkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas. Ketegangan meningkat, dengan kekuatan global mendesak pengendalian diri karena kedua negara tetap waspada.
Pihak militer Israel telah meminta seluruh warga untuk segera berlindung di tempat aman. Sementara sistem pertahanan udara Israel aktif mencegat rudal-rudal yang datang.
Seperti yang terlihat dari rekaman video, menunjukkan jika langit Tel Aviv dipenuhi proyektil dan kilatan cahaya dari sistem pencegat, menandai eskalasi serius konflik antara Iran dan Israel.
Sejumlah saksi mata mengaku mendengar dentuman beruntun di kedua kota, menambah kepanikan warga sipil. Serangan ini menandakan tingginya intensitas konflik setelah Israel sebelumnya meluncurkan serangan ke fasilitas strategis Iran.
Balasan Iran yang menghujani Israel dengan rudal, menambah ketegangan di kawasan dan memicu keprihatinan internasional.
Foto : Dok. AFP News
