Jakarta, GPriority.co.id – Amerika Serikat (AS) dilaporkan menolak membantu Israel untuk melawan Iran, pada konflik yang belakangan ini ramai terjadi. Keputusan ini diambil AS demi menghindari Perang Dunia III.
Israel sendiri meminta bantuan AS untuk bergabung dalam serangan militer terhadap Iran, dan menargetkan situs nuklir. Salah satunya, fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Fordo.
Permintaan dari Israel kepada AS tersebut dikutip dari Axios dan telah dikonfirmasi oleh pejabat Israel serta AS. Pemerintahan Donald Trump secara tegas tak mau ikut serta dalam konflik Israel-Iran.
Untuk melawan Iran, Israel membutuhkan bantuan militer AS, karena beberapa target strategis Iran yang berada di luar jangkauan. Selain itu, kemampuan serangan Israel sendiri yang masih lemah untuk melakukan perlawanan.
Dikonfirmasi oleh AS, kendati tidak dapat dilakukan pencegahan terhadap serangan Israel kepada Iran, namun solusi perdamaian masih sangat memungkinkan, dengan syarat Iran bersedia menghentikan perilisan senjata nuklirnya.
Beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump sempat mengatakan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, untuk mempertimbangkan penyerangan terhadap situs Fordo, untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Namun secara tegas, pihak Gedung Putih membantah adanya rencana serangan AS untuk saat ini. Mereka juga mengatakan jika kini bukan waktu yang tepat dalam meluncurkan aksi militer secara langsung.
“Apapun yang terjadi memang tidak dapat dicegah. Namun kami memiliki kemampuan untuk melakukan negosiasi resolusi damai pada konflik ini, jika Iran bersedia. Cara tercepat bagi Iran dalam mencapai perdamaian, yaitu dengan menghentikan program senjata nuklirnya,” tegas pihak Gedung Putih.
Sebagai informasi, awal mula pecahnya perang antara Iran dan Israel yaitu karena Israel menuduh Iran yang memiliki niat genosida. Di sisi lain, Iran juga menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, Palestina.
Buntut dari hal tersebut, Israel meminta sanksi dan tindakan militer terhadap Iran untuk menghentikan negara tersebut memperoleh senjata nuklir.
Foto : Dok. The Times of Israel
