Jakarta, GPriority.co.id – DKI Jakarta baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-498 pada 22 Juni kemarin. Bagaimana perkembangan DKI Jakarta selama hampir 5 abad berdiri?
Kota Jakarta telah berdiri sejak masa Kerajaan Sunda. Kala itu, Jakarta masih bernama Sunda Kelapa. Menariknya, usia Jakarta jauh lebih tua ketimbang negara Indonesia.
Selama hampir 5 abad berdiri, sudah pasti banyak perkembangan yang terjadi pada ‘wajah’ DKI Jakarta.
Pertama, dilansir dari data Badan Pusat Statistik di tahun 2023, jumlah kendaraan bermotor mencapai angka 22.907.080. Motor hingga saat ini menjadi moda transportasi dengan jumlah paling banyak di Jakarta. Jumlahnya pun terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sementara pengguna transportasi umum seperti Transjakarta, hingga Desember 2024 mencapai 30.934.491 jiwa. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara penumpang MRT berjumlah 3.143.854 dan LRT 96.837 jiwa.
Kemudian seperti dilansir dari Data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), pada tahun 2022 jumlah mall di Jakarta mencapai 96. Mayoritas mall berada di Jakarta Selatan dengan jumlah 28 mall, Jakarta Pusat 22 mall, Jakarta Utara 18 mall, dan Jakarta Timur sebanyak 12 mall. Namun, saat ini kemungkinan besar jumlahnya telah bertambah. Begitupun dengan beberapa tahun ke depan.
Jumlah mal tersebut, tak sebanding dengan jumlah patung, tugu, dan monumen yang dilaporkan DPRD DKI Jakarta pada tahun 2024, hanya sebanyak 31 unit, dengan 20 unit diantaranya diakui sebagai cagar budaya yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
Soal Ruang Terbuka Hijau (RTH), Pemprov DKI Jakarta melalui laporan Databoks di tahun 2023 mengatakan, luas RTH di Jakarta mencapai 33,34 juta meter persegi. Luas ini hanya sebesar 5,2 persen dari total luas provinsi DKI Jakarta.
RTH terluas sendiri berada di wilayah Jakarta Timur, dengan total 26,2 persen dari total RTH DKI Jakarta yang ada. Sementara di Jakarta Selatan sebesar 24,87 persen, Jakarta Utara 20,93 persen, Jakarta Pusat 12,69 persen, dan Jakarta Barat 8,64 persen.
Dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk, Jakarta juga berperan sebagai pusat bisnis dan pemerintahan. Berlatar belakang hal tersebut, konsumsi air di Jakarta dilaporkan oleh Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya di tahun 2023, mencapai 24 ribu per detik. Setiap hari, Jakarta memerlukan hingga lebih dari 2 miliar air.
Foto : Dok. DPRD DKI Jakarta
