Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, topik perang dunia III sedang menjadi sorotan. Di X, WW 3 (World War) bahkan menjadi salah satu trending topic di Indonesia.
Sebanyak 19.600 postingan membahas terkait perang dunia III tersebut. Apalagi, belakangan ini hubungan Iran-Israel semakin tegang, ditambah dengan keterlibatan AS yang ikut perang.
Dilansir dari ANTARA, Ezza Habsyi yang merupakan pengamat Timur Tengah dari Universitas Ibnu Chaldun, mengatakan jika serangan AS ke Iran pada 22 Juni lalu merupakan ‘lonceng perang’ yang menyulut krisis regional hingga menjadi konflik global. Bukan hanya bentuk eskalasi militer.
Kini, pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, juga Yordania, berubah menjadi sasaran potensial Iran. Oleh karena itu, militer Iran siaga penuh di Selat Hormuz, hingga mengancam akan menutup. Padahal selat tersebut merupakan jalur vital ekspor dunia.
Ezza mengatakan, apabila Selat Hormuz ditutup, bukan hanya Tel Aviv (Ibu Kota Israel) yang terbakar, namun seluruh pasar global juga akan terguncang karena adanya lonjakan harga energi, inflasi, serta kepanikan finansial.
Namun Ezza menekankan, perang dunia III akan bergantung pada langkah dari Rusia dan China selanjutnya.
“Perang dunia itu bukan tidak mungkin. Namun masih berada dalam kerangka skenario terburuk, dan akan sangat tergantung pada langkah selanjutnya dari Rusia dan China,” ujarnya.
Namun menurut seorang pejabat yang identitasnya dirahasiakan, Presiden AS Donald Trump sebenarnya tidak ingin memperpanjangan serangan ke Iran, dan ingin mengejar jalur perdamaian.
Begitupun dengan Pemerintah Indonesia yang kini mendorong perdamaian dan mulai mengevakuasi WNI yang berada di Iran.
“Gelobang pertama WNI dari Iran berjumlah 29 orang disebar dalam tiga penerbangan komersial yang berangkat dari Baku, Azerbaijan, tanggal 23 Juni 2025, dan tiba di Jakarta pada 24 Juni 2025 sore hari,” lapor Menko Polkam Budi Gunawan.
Foto : Ilustrasi/Dok. Getty Images
