Masuki Industri Kesehatan, PT Djarum Beli Saham RS Hermina Senilai Rp1 Triliun

Merambah ke Industri Kesehatan, PT Djarum Beli Saham RS Hermina Senilai Rp1 Triliun Merambah ke Industri Kesehatan, PT Djarum Beli Saham RS Hermina Senilai Rp1 Triliun

Jakarta, GPriority.co.id – Mendengar kata PT Djarum, bayangan kita pasti akan tertuju pada perusahaan rokok besar di Indonesia. Namun kini PT Djarum merambah ke industri kesehatan dengan membeli saham RS Hermina senilai Rp1 Triliun.

Melalui entitas investasinya, PT Dwimuria Investama Andalan, Djarum resmi membeli 559.185.300 lembar saham dari PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), atau yang dikenal sebagai pengelola jaringan RS Hermina, per 25 Juni 2025.

Nilai transaksinya sebesar Rp1,875 per saham (36 persen di atas harga pasar), dengan total nilai transaksi Rp1,05 triliun.

Transaksi ini berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui skema off-market secara legal dan transparan. Saham yang dibeli oleh PT Djarum ini merupakan hasil buyback yang sebelumnya dilakukan HEAL. Usai transaksi tersebut, saldo saham atau treasury shares dari HEAL menjadi nol.

Sebagai informasi, Dwimuria Investama Andalan merupakan perusahaan investasi keluarga Hartono yang memang terkenal memiliki saham mayoritas di BCA (perbankan), dan saham minoritas di Sarana Menara Nusantara (infrastruktur telekomunikasi).

Kini, saham RS Hermina dipegang oleh 10 pihak, dengan rincian sebagai berikut :

– Yulisar Khiat (12,85 persen)
– PT Astra International Tbk (7,23 persen)
– Binsar Parasian Simorangkir (5,68 persen)
– Lydia Immanuel (5,60 persen)
– Soepardiman (4,95 persen)
– Hermina Hasmoro (4,75 persen)
– PT Warga Negara Indonesia (4,68 persen)
– PT Dwimuria Investama Andalan/PT Djarum (3,64 persen)
– Husen Sutakaria (2,77 persen)
– Meijani Wibowo (2,15 persen).

Foto : Dok. RS Hermina Depok