Jadi Duta TAMASYA Nasional, Bupati Kutim Ungkap Visi-Misinya

Jadi Duta TAMASYA Nasional, Bupati Kutim Ungkap Visi-Misinya Jadi Duta TAMASYA Nasional, Bupati Kutim Ungkap Visi-Misinya

Jakarta, GPriority.co.id – Bupati Kutim (Kutai Timur) Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, menghadiri undangan MoU program TAMASYA KemendukBangga/BKKBN di Jakarta, Rabu (9/7).

Sebagai Duta TAMASYA Nasional, Bupati Ardiansyah turut menyampaikan komitmennya berkaitan dengan SEB (Surat Edaran Bersama) Pembentukan dan Penyelenggaraan Tempat Penitipan Anak di berbagai instansi.

Bupati Ardiansyah saat menyimak paparan di Auditorium KemendukBangga/BKKBN/Foto : GP Rizky

Ardiansyah menyebut, TAMASYA menjadi salah satu yang tertera pada 50 program unggulannya dalam menjabat 5 tahun ke depan. Ia menyebut, orientasi pertama pada program TAMASYA di Kutai Timur yaitu memfasilitasi peningkatan kompetensi pengasuh di TPA secara berkelanjutan, untuk kebutuhan tumbuh kembang anak.

Outputnya nanti adalah SDM pengasuh dapat meningkat secara berkelanjutan, lewat kegiatan peningkatan kapasitas pelatihan bimbingan teknis,” katanya.

Ardiansyah melanjutkan, orientasi kedua yaitu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara periodik, dengan output pertumbuhan dan perkembangan anak yang terpantau dengan baik.

“Program unggulannya adalah pemberdayaan konsultasi dan perlindungan hukum bagi anak-anak perempuan dan keluarga di setiap kecamatan. Ini program yang kita masukkan ke dalam RPJMD selama 5 tahun ini,” lanjutnya.

Selanjutnya, orientasi ketiga yaitu meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pengasuhan, melalui bimbingan peningkatan kapasitas dan pendidikan yang baik dan berjenjang.

Dalam hal ini, terdapat program unggulan layanan jemput bola pada program pendidikan non formal.

“Alhamdulillah sekarang untuk pendidikan non formal, masyarakat tidak butuh lagi mencari kesana kemari, karena kita sudah jemput bola langsung ke masyarakat,” lapor Ardiansyah.

Sementara untuk orientasi keempat, yaitu penyediaan layanan rujukan lewat program dokter keliling, sehingga mempermudah akses kesehatan bagi warga dan daerah terpencil.

Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, Ardiansyah memberikan bantuan khusus desa kepada pemerintah desa, dengan sasaran setiap RT.

“Jadi kalau saat saya menjabat periode pertama kemarin bantuan khusus setiap RT sebesar Rp50 juta, sekarang ditingkatkan menjadi Rp250 juta, lewat Bankeudessus (Bantuan Keuangan Desa Khusus),” tuturnya.

Dengan menjalankan program TAMASYA, Ardiansyah memiliki target dengan skema 0-1 tahun fokus pada persiapan dan perintisan, kemudian 1-3 tahun fokus kepada pengembangan layanan dan kapasitas, lalu dilanjutkan 3-5 tahun fokus kepada kelembagaan dan keberlanjutan.

Ardiansyah turut memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan di daerahnya yang memberi kontribusi terhadap para pekerjanya, dan meyakinkan bahwa anak yang ditinggal di rumah dan di asuh di TPA, mendapat pelayanan terbaik.

“Alhamdulillah kemarin saya langsung cek ketika launching TAMASYA, ada taman bermain, ada tempat untuk mereka cek kesehatan, ada tempat ibu-ibu menyusui, lalu ada juga tempat mereka istirahat dan tidur. Jadi paling tidak 4 tempat ini ada di TPA di wilayah masing-masing,” pungkasnya.

Foto : GPriority/Rizky Dimuharram