Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Moraza, mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru mencapai 3,08 persen, tergolong rendah dibanding negara maju.
Dia mengatakan, pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan Indonesia mengalami kenaikan menjadi 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.
Helvi meminta masyarakat tidak menganggap biasa angka-angkat tersebut. Pasalnya di balik itu, tersimpan harapan terciptanya jutaan lapangan kerja baru serta peluang inovasi yang dapat menggerakkan perekonomian.
“Ini bukan sekedar angka statistik, dibalik angka itu ada jutaan mimpi lapang kerja baru dan inovasi yang akan menggerakkan ekonomi bangsa,” kata Helvi dalam pidatonya di acara Kick Off Entrepreneur Hub Innovative Financing 2025 di Manhattan Hotel Jakarta, Rabu (20/8).
Lebih lanjut, Helvi menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan dan perluasan pasar sebagai kunci agar UMKM bisa naik kelas.
Sebab, tambah dia, 98 persen UMKM adalah mikro, dan 60 hingga 63 persen pelakunya adalah perempuan, yakni kelompok rentan namun tangguh.
“Rentannya adalah mereka terkendala, masalah bimbingan, pendampingan, kemudian kalau tidak dilakukan itu akan cendung mati. Dan di mikro ini ada fenomena yang unik, banyak tumbuh dan banyak mati. Ini dipengaruhi juga oleh faktor, pertama adalah kondisi ekonomi, yang kedua adalah kecelakaan hidup, yang ketiga adalah PHK,” ucapnya.
Maka dari itu, Helvi mengajak seluruh pihak mula dari Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, komunitas, investor, hingga pelaku UMKM untuk bersinergi dalam mencapai target rasio kewirausahaan tersebut.
“Target rasio wirausaha 8 persen pada 2045 bukan hanya tugas satu institusi, melainkan proyek nasional yang membutuhkan kerja sama seluruh bangsa,” ujarnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
